KEBAKARAN hutan besar terjadi di wilayah tenggara Korea Selatan sehingga ditetapkan sebagai bencana nasional. Kebakaran ini menghanguskan ribuan hektare lahan. Dikutip dari Reuters, Sancheong sudah menjadi zona bencana khusus. Penjabat Presiden Han Duck Soo menjelaskan bahwa satu daerah lagi di Gyeongsang Selatan dan dua daerah lainnya di Ulsan dan Gyeongsang Utara ke dalam daftar.
Kuil Kuno Tersambar Api
Sebuah kuil kuno di Kabupaten Uiseong, Korea Selatan, dilaporkan hancur total akibat kebakaran hutan yang terus berkobar di wilayah tersebut, pada Selasa, 25 Maret 2025, merujuk keterangan otoritas kehutanan setempat. Kuil Gounsa yang dibangun lebih dari 1.000 tahun lalu pada era Dinasti Silla di Uiseong dilaporkan telah terbakar sekitar pukul 16.50 waktu setempat (14.50 WIB), Selasa.
Para biksu dan orang-orang yang berada di dalam kompleks kuil dievakuasi sebelum api mencapai bangunan utama. Beberapa benda pusaka budaya juga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, laporan berita Yonhap yang dikutip dari Antara.
Korban
Dinas Kehutanan Korea Selatan pada Minggu, 23 Maret 2025 mengatakan setidaknya empat orang meninggal dan enam orang luka-luka akibat kebakaran hutan. Saat petugas pemadam kebakaran bergegas memadamkan api di tengah cuaca kering dan berangin. Empat korban meninggal tersebut merupakan para petugas pemadam kebakaran yang dua di antaranya sempat dilaporkan hilang, laporan Reuters.
Lebih dari 9.000 staf dan 105 helikopter dikerahkan untuk memadamkan api yang melanda sebagian besar wilayah di tenggara negara itu, merusak bangunan tempat tinggal dan kuil. Lebih dari 1.500 penduduk mengungsi saat kebakaran menghanguskan sekitar 6.300 hektare.
Bencana Nasional
Dikutip dari Yonhap, Pemerintah Korea Selatan mengumumkan keadaan bencana nasional pada Sabtu, 22 Maret 2025 terkait kebakaran hutan besar yang melanda Kota Ulsan dan wilayah tenggara. Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan mengatakan tindakan tersebut berlaku di kota Ulsan, Gyeongsang Utara, dan Gyeongsang Selatan mulai pukul 18.00 waktu setempat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pengumuman tersebut menyusul rekomendasi penjabat Choi Sang Mok untuk mengeluarkan deklarasi menerapkan langkah-langkah komprehensif untuk mengatasi bencana dan membantu upaya pemulihan. Choi memerintahkan pejabat pemerintah untuk mempertimbangkan penunjukan daerah yang terkena dampak sebagai zona bencana khusus.
Sesaat sebelum deklarasi, Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Pusat yang diketuai oleh penjabat Menteri Dalam Negeri Ko Ki Dong mulai beroperasi. Keputusan itu diambil karena banyaknya kebakaran hutan yang dilaporkan di Ulsan dan daerah tenggara lainnya, termasuk Sancheong.
Lokasi Kebakaran
Delapan desa di Sancheong ditempatkan di bawah perintah evakuasi karena angin kencang menghambat upaya pemadaman kebakaran sehari setelah kebakaran pertama pada Jumat sore. Lebih dari 260 penduduk desa kehilangan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat penampungan sementara.
Kebakaran hutan di Uiseong, Gyeongsang Utara terjadi pada hari sebelumnya yang mempengaruhi 300 hektare hutan. Adapun 500 penduduk desa langsung mengungsi. Operasional kereta api melalui wilayah yang terkena dampak dihentikan sementara. Kebakaran lain di Daerah Ulju di Ulsan barat memaksa evakuasi sekitar 80 warga.