Ketua Harian PSI Ahmad Ali: PSI Pemenang Ketiga Pemilu, Itu Baru Berita

8 hours ago 25

INFO TEMPO - Belanja masalah dan konsolidasi. Itulah tugas utama Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) Ahmad Ali setiap kali menemani Ketua Dewan Pembina PSI Joko Widodo berkeliling ke pelosok Nusantara. Ahmad Ali mengatakan makian dan amarah masyarakat menjadi hal yang paling dicari. “Ingin dimaki-maki karena dari situ ada masukan sehingga kami mengetahui kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Ali menuturkan kedekatannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo hingga tertarik masuk PSI dan membangun fondasi partai berlambang gajah tersebut.

Bagaimana ceritanya Anda tertarik masuk PSI?

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saya kenal Pak Jokowi pada 2013, sebelum dia menjadi presiden. Hubungan kami terjalin dengan baik. Hingga pada suatu makan malam, Pak Jokowi mengajak saya (masuk PSI) tiga bulan sebelum masa jabatannya sebagai presiden berakhir.

Kenapa tidak membuat partai baru ketimbang me-rebranding PSI?

Memang lebih mudah membuat partai baru dibanding meneruskan partai yang sudah berdiri. Hal yang paling sulit kami lakukan saat ini adalah rebranding PSI. Justru di situ tantangannya.

Apa tugas utama Anda di PSI?

Membentuk fondasi politik yang lebih kuat dan konsolidatif. Membangun struktur sampai ke daerah. Partai itu bisa kuat jika otot-ototnya terbentuk. Itu sebabnya kami harus punya struktur sampai tingkat bawah.

PSI memilih politik jalan tengah, menjadi partai terbuka, rumah nyaman untuk semua. Tidak ada lagi sekat-sekat di dalamnya yang kemudian bisa mengakomodasi semua golongan.

Karena dua kali gagal—PSI mengikuti Pemilu 2019 dan Pemilu 2024, tapi belum bisa melaju ke DPR—kami belajar dari kegagalan. Sekarang berpikir untuk berhasil. Gas pol.

Apa target PSI ke depan?

Sekarang banyak orang yang bilang PSI terlalu cepat (kampanye). Kami bukan mencuri start, melainkan start duluan karena partai ini punya mimpi lolos ke Senayan. Kalau Anda punya mimpi, bekerjalah lebih awal. Ketika PSI ada di Senayan, di situlah jarum jam mulai berdentang. Rakyat akan selalu menagih.

Mudah-mudahan pada 2029 kami akan menjadi bagian yang menemani partai-partai yang ada sekarang. PSI mau lewat, nih. Lolos parlemen, itu bukan berita. Pemenang ketiga pemilu, itu berita.

Apa pendapat Anda tentang ambang batas parlemen?

Mahkamah Konstitusi menilai ketentuan parliamentary threshold 4 persen suara sah nasional tidak sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat, keadilan pemilu, dan melanggar kepastian hukum yang dijamin oleh konstitusi. Untuk itu, ambang batas parlemen tersebut konstitusional sepanjang tetap berlaku dalam Pemilu DPR 2024 dan konstitusional bersyarat untuk diberlakukan pada Pemilu DPR 2029 serta pemilu berikutnya.

Apakah PSI akan menjadi partai patron?
Saya yakin satu partai itu tidak akan bisa besar kalau hanya mengandalkan figur. Di PSI nanti ada pemilu raya partai yang semua anggota bisa memilih langsung ketua umum lewat e-voting.

Dengan cara itu, pasti tidak bisa berdasarkan silsilah. Akan terjadi peluang, siapa yang lebih menonjol di partai, siapa yang lebih sering muncul di partai. Semua kandidat harus punya modal dasar.

Apa pendapat Anda tentang Jokowi?
Pak Jokowi sebagai patron politik yang punya strategi pelan, tapi jitu. Saya belajar sabar dari Pak Jokowi. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |