Lapas Wonogiri Gelar Shalat Istisqa, di Tengah Kemarau dan Kekeringan yang Melanda Jateng Tenggara

4 hours ago 14
SalatSalat Istisqa di Lapas Wonogiri. Dok. Lapas Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah musim kemarau yang masih membuat sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri kesulitan mendapatkan air bersih, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri menggelar Shalat Istisqa, Jumat (18/9/2026).

Shalat untuk memohon turunnya hujan itu dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah Lapas Wonogiri mulai pukul 08.00 WIB. Seluruh petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti ibadah tersebut secara berjamaah.

Di tengah kondisi kemarau dan kekeringan tersebut, pelaksanaan Shalat Istisqa di Lapas Wonogiri menjadi bagian dari ikhtiar spiritual yang dilakukan petugas bersama para WBP.

Imam sekaligus khatib dalam kegiatan tersebut berasal dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri. Setelah shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat serta memberikan perlindungan dari dampak kekeringan.

Kalapas Wonogiri, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan Shalat Istisqa menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau.

“Shalat Istisqa’ ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan. Kami juga mengajak seluruh jajaran dan WBP untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dengan menggunakan air secara hemat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Shalat Istisqa juga menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, doa dan muhasabah. Dalam konteks pembinaan di Lapas, kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Prawira berharap pesan tentang hemat air tidak berhenti setelah pelaksanaan shalat. Menurutnya, kondisi kemarau perlu dihadapi dengan kesadaran bersama, termasuk menggunakan air seperlunya dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.

Di luar Lapas, berbagai upaya menghadapi kekeringan juga terus dilakukan. Bantuan air bersih menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan warga, sementara pemerintah daerah juga mengembangkan sumber air untuk kebutuhan jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebelumnya mencatat sejumlah wilayah terdampak kekeringan dan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.

Pada September ini, bantuan air bersih bahkan masih disalurkan ke sejumlah titik terdampak. Pemkab Wonogiri pada 11 September menyalurkan 75.000 liter air bersih untuk warga Lingkungan Gunung Kukusan, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri. Informasi yang dihimpun, pada 15 September 2026, misalnya, sebanyak 23 tangki air bersih disalurkan ke Kecamatan Giritontro. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Giritontro, Giriwoyo, Baturetno, dan lainnya

Pemkab menyebut terdapat 14 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |