Menyantap Signature Rijsttafel Plataran, Jelajah Kuliner Nusantara dalam Satu Meja

5 hours ago 9

CANTIKA.COMJakarta - Tradisi makan bersama selalu menjadi bagian penting dalam budaya Indonesia. Beragam hidangan tersaji memenuhi meja, mulai dari lauk, sayuran, sambal, hingga makanan penutup yang dinikmati bersama keluarga atau kerabat. Filosofi inilah yang kembali dihidupkan Plataran Indonesia melalui menu terbaru Signature Plataran Rijsttafel.

Menurut signature terbaru tersebut terinspirasi dari tradisi Rijsttafel pada masa Hindia Belanda, konsep jamuan ini menjadi perayaan kuliner yang menyajikan ragam hidangan tradisional dalam satu meja. Signature Plataran Rijsttafel mengajak tamu menjelajahi keberagaman rasa dari berbagai daerah melalui menu kurasi khusus, menggunakan bahan bahan lokal berkualitas, dan disajikan dengan sentuhan hospitality khas Plataran. 

Tujuannya tak lain adalah memperkenalkan ragam rasa Nusantara kepada tamu mancanegara yang ingin merasakan autentisitas Indonesia sekaligus memuaskan kerinduan tamu domestik akan citarasa tradisi yang akrab di lidah.

Selain melalui penggunaan resep-resep tradisional dan pemanfaatan bahan baku lokal, Plataran juga berkolaborasi pelaku UMKM di berbagai daerah, sehingga setiap hidangan turut mendukung keberlanjutan ekosistem kuliner Indonesia sekaligusmenjaga tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Sementara itu, Corporate Chef Plataran Indonesia, Reiyan Trisandra, konsep tersebut bukan sekadar menghadirkan banyak makanan dalam satu meja, tetapi juga merayakan keberagaman cita rasa Nusantara.

"Salah satu budaya yang selalu kami pertahankan di Plataran adalah tradisi makan bersama. Orang Indonesia identik dengan satu meja penuh hidangan yang kaya cita rasa. Filosofi itu yang kami angkat kembali melalui Signature Rijsttafel," ujar Chef Reiyan.

Plataran Indonesia hadirkan Signature Rijsttafel, merayakan warisan kuliner Nusantara dalam satu pengalaman bersantap yang dirilis pada Jumat, 24 Juli 2026 di Plataran Menteng/Foto: Doc. Plataran Indonesia

Berbeda dari hidangan prasmanan biasa, setiap menu dalam Signature Rijsttafel dipilih untuk mewakili karakter kuliner dari berbagai wilayah Indonesia.

Pengalaman bersantap diawali dengan sajian pembuka berupa Salad Urab Bali, Cireng Bodomoro, hingga Getuk Kentang dan Getuk Jamur. Menariknya, jamur yang digunakan berasal dari UMKM binaan Plataran di kawasan Borobudur, Magelang. "Kami ingin benar-benar menjadi bagian dari masyarakat sekitar. Karena itu beberapa bahan baku kami ambil langsung dari mitra UMKM di daerah, termasuk jamur dari Borobudur," kata Reiyan.

Untuk hidangan utama, Plataran menghadirkan sederet kuliner Nusantara seperti Soto Banjar, Udang Bakar Tapanuli, Bebek Madura dengan bumbu hitam, Sate Ayam, hingga Asinan Juhi khas Jakarta. Menurut Reiyan, pemilihan menu dilakukan secara khusus agar mampu merepresentasikan kekayaan kuliner Indonesia dari berbagai pulau.

"Banyak sekali makanan Indonesia, tentu tidak mungkin semuanya kami hadirkan. Karena itu kami memilih menu yang mewakili setiap kawasan sekaligus menghadirkan hidangan yang mulai jarang ditemukan, seperti Asinan Juhi," jelasnya.

Bukan Sekadar Autentik, tetapi Dikembangkan Kembali

Meski mengangkat resep tradisional, Chef Reiyan menegaskan seluruh hidangan merupakan hasil pengembangan baru, bukan sekadar mengulang resep lama.

Sebelum menyusun menu, tim kuliner Plataran melakukan riset langsung ke berbagai daerah untuk memahami cita rasa autentik setiap hidangan. "Chef tidak hanya berkreasi di dapur. Kami datang langsung ke daerah asalnya, mencicipi makanannya, melihat teknik memasaknya, sampai mencari bahan-bahan lokal yang mungkin tidak tersedia di Jakarta," ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat setiap hidangan tetap mempertahankan identitas daerah asalnya, sekaligus disesuaikan dengan pengalaman bersantap yang lebih modern.

Misalnya pada Bebek Bumbu Madura. Daging bebek dimasak menggunakan teknik sous vide selama sekitar dua setengah jam sebelum digoreng sebentar. Teknik ini membuat tekstur daging tetap empuk sekaligus memungkinkan bumbu meresap hingga ke bagian dalam.

Sementara Udang Bakar Tapanuli diolah dengan teknik pembakaran khas sehingga menghasilkan perpaduan rasa pedas, manis, dan aroma smokey yang seimbang.

Komposisi Menu yang Lebih Seimbang

Hal lain yang menjadi perhatian Plataran adalah keseimbangan setiap sajian dalam satu set Rijsttafel. Menurut Chef Reiyan, pengalaman makan akan terasa lebih menyenangkan ketika berbagai teknik memasak dipadukan dalam satu meja.

"Kami tidak ingin semuanya digoreng. Ada yang berkuah, ada yang dibakar, ada yang digoreng. Jadi saat disantap bersama, setiap hidangan saling melengkapi tanpa membuat lidah cepat lelah," jelasnya.

Pendekatan tersebut membuat setiap menu memiliki karakter rasa berbeda, tetapi tetap harmonis ketika disantap secara bergantian

Perjalanan kuliner kemudian ditutup dengan hidangan penutup yang tak kalah menarik. Alih-alih menyajikan es teler dalam bentuk tradisional, Plataran mengolahnya menjadi Es Teler Entremet, dessert bergaya Prancis dengan cita rasa khas Indonesia. Ada pula Wingko Babat khas Jawa Tengah yang dihadirkan dalam tampilan lebih modern tanpa menghilangkan rasa autentiknya.

Melalui Signature Rijsttafel, Plataran Indonesia tak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati keberagaman budaya Indonesia dalam satu meja. Dari bahan baku lokal, resep-resep tradisional, hingga kolaborasi bersama pelaku UMKM, setiap hidangan menjadi bagian dari upaya melestarikan kekayaan kuliner Nusantara dengan sentuhan yang relevan bagi penikmat masa kini.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |