MTQ X Kaltara di Malinau Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Ekonomi Daerah

3 hours ago 10

INFO TEMPO – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang digelar di Kabupaten Malinau pada 28 Juni hingga 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an dapat memperkuat toleransi di tengah masyarakat multikultural, sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui UMKM dan mempertegas komitmen dalam membangun generasi Qurani.

Keberhasilan Malinau sebagai tuan rumah dinilai menjadi bukti bahwa keberagaman agama, suku, dan budaya bukan penghalang penyelenggaraan agenda keagamaan berskala besar, melainkan kekuatan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menegaskan MTQ harus dimaknai lebih luas daripada sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an. "Menjadi tuan rumah MTQ merupakan amanah yang kami sambut dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab. Kepercayaan ini menjadi kehormatan bagi seluruh masyarakat Malinau untuk memberikan pelayanan dan penyelenggaraan terbaik," kata Wempi.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menyiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan secara maksimal, mulai dari lima arena perlombaan, akomodasi dan transportasi kafilah, dengan dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar. Dukungan itu diberikan sebab MTQ, menurutnya, menjadi bagian dari strategi jangka panjang membangun sumber daya manusia yang religius dan berkarakter.

"Kami terus memperkuat pembinaan LPTQ, memberikan dukungan kepada rumah tahfidz, TPA dan TPQ, meningkatkan kualitas SDM keagamaan, serta memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama," katanya.

Wempi menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ ini juga menunjukkan kuatnya budaya toleransi yang telah lama tumbuh di Malinau. "MTQ ini bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Malinau. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan telah menjadi budaya yang terus kami pelihara.”

Apresiasi serupa disampaikan Qari Internasional Indonesia, Syamsuri Firdaus, yang mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Malinau, meski daerah tersebut bukan wilayah dengan penduduk mayoritas Muslim. "Alhamdulillah, MTQ di sini sangat meriah. Yang luar biasa, Malinau dengan latar belakang masyarakat yang tidak mayoritas muslim mampu menggelar acara seperti ini dan menjadi tuan rumah yang sangat baik," kata Syamsuri.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MTQ di Malinau menjadi contoh nyata bahwa keberagaman justru menjadi perekat persatuan. "Saya melihat semangat masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama menyukseskan MTQ," ujarnya.

Ia berharap, MTQ ke-X Kaltara di Kabupaten Malinau mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi, sekaligus menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan. "Yang paling penting bukan hanya membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan keberhasilan MTQ merupakan investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan berkarakter.

"Semoga apa yang telah kami sajikan dapat memberikan kenyamanan kepada seluruh tamu yang hadir. Apabila di kemudian hari kami kembali mendapat kesempatan yang sama, Insyaallah kami akan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," ujarnya.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ ke-X Kaltara tidak hanya diukur dari lahirnya para juara. Akan tetapi, dari kemampuannya menjadikan syiar Al-Qur'an sebagai perekat toleransi, penguat persaudaraan, penggerak ekonomi rakyat, sekaligus fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan harmonis.

Di sisi lain, penyelenggaraan MTQ juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Jumlah pelaku UMKM yang berjualan meningkat dari sekitar 60–70 tenant menjadi sekitar 100 tenant selama kegiatan berlangsung. Ribuan pengunjung dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltara, serta tamu undangan ikut menggerakkan aktivitas perdagangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |