OJK Sebut Ekonomi RI Butuh Sumber Pembiayaan Baru untuk Kejar Pertumbuhan

3 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia membutuhkan sumber pembiayaan baru untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional di tengah besarnya kebutuhan pendanaan pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kebutuhan pembiayaan nasional tidak bisa hanya ditopang sektor perbankan. Menurut dia, diperlukan pendalaman pasar keuangan serta pengembangan instrumen pembiayaan alternatif agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

“Kalau kita melihat target pertumbuhan ekonomi, misalnya di tahun 2027, data dari Bappenas menyampaikan bahwa Indonesia butuh pembiayaan yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, mungkin sekitar Rp8.600-an triliun. Ini tidak bisa hanya didukung oleh perbankan dan lain-lain, tapi harus muncul sumber-sumber pembiayaan baru,” mengatakan, Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5/2026).

OJK menempatkan pendalaman pasar keuangan sebagai salah satu prioritas untuk menopang pembiayaan pembangunan nasional. Salah satu instrumen yang didorong berasal dari pasar modal, termasuk pengembangan obligasi daerah guna mendukung pembangunan di tingkat daerah.

Selain itu, OJK juga mendorong peningkatan pembiayaan sektor jasa keuangan, penguatan ekosistem pembiayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi hijau melalui nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan.

Friderica menjelaskan, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas, penguatan sektor jasa keuangan syariah, hingga peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi fokus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih berada di bawah tingkat pertumbuhan potensial yang dibutuhkan agar Indonesia dapat menjadi negara maju.

Karena itu, Friderica menilai sektor jasa keuangan perlu memainkan peran lebih strategis, tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi daerah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) saat ini telah berjalan di 40 kabupaten dan kota di Indonesia dengan fokus pada sektor agrikultur, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Friderica menjelaskan, program tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan melalui perluasan pasar dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan potensi unggulan di daerah dapat ditransformasikan menjadi keunggulan produktif yang berdampak nyata,” menjelaskan, Friderica.

Ia menambahkan, program PED diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi, produktivitas, penyerapan tenaga kerja, ekspor, hingga kesejahteraan masyarakat.

Friderica juga mengingatkan pentingnya menjaga optimisme terhadap perekonomian nasional di tengah dinamika global dengan terus memperkuat peran ekonomi daerah sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |