Pemburu Siluman vs Petarung Udara, Apa yang Terjadi Jika Su-35 Rusia Bertemu F-35 AS?

13 hours ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbandingan antara jet tempur Rusia Su-35 dan F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat terus menjadi perdebatan di kalangan pemerhati militer. Meski berasal dari generasi yang berbeda, keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan tempur yang berbeda pula.

F-35 merupakan jet tempur siluman generasi kelima yang menitikberatkan pada kemampuan menyerang lebih dulu tanpa terdeteksi. Sementara Su-35 adalah jet tempur generasi 4++ yang dirancang untuk unggul dalam pertempuran udara dengan kecepatan, daya angkut senjata, dan manuver ekstrem.

Menurut analisis Majalah Military Watch (MW), F-35 unggul jauh dalam teknologi siluman (stealth), integrasi sensor, serta kemampuan peperangan elektronik dan jaringan data tempur. Pesawat ini dirancang untuk mendeteksi, mengunci, dan menyerang lawan sebelum keberadaannya diketahui. Dengan sistem sensor fusion yang canggih, pilot F-35 memperoleh gambaran medan tempur yang lebih lengkap dibanding sebagian besar jet tempur lain di dunia saat ini.

Namun keunggulan F-35 tersebut dibayar dengan sejumlah keterbatasan. Untuk mempertahankan karakteristik silumannya, sebagian besar senjata harus ditempatkan di ruang senjata internal. Akibatnya, kapasitas rudal udara-ke-udara yang dibawa dalam konfigurasi siluman relatif terbatas, umumnya empat hingga enam rudal, tergantung konfigurasi misi yang digunakan.

Sebaliknya, Su-35 menawarkan filosofi yang berbeda. Pesawat ini tidak mengandalkan teknologi siluman, melainkan kekuatan mesin, radar berdaya tinggi, serta kapasitas muatan yang besar. Su-35 mampu membawa hingga belasan rudal udara-ke-udara sekaligus, selain berbagai rudal udara-ke-darat dan anti-kapal. Jangkauan terbangnya juga lebih jauh dibanding F-35, sehingga memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar dalam misi patroli maupun pengawalan.

Dalam hal kecepatan, Su-35 juga unggul. Pesawat Rusia tersebut mampu melaju hingga sekitar Mach 2,25, sedangkan F-35 memiliki kecepatan maksimum sekitar Mach 1,6. Selain itu, Su-35 dikenal lebih toleran terhadap kondisi pangkalan udara yang tidak sempurna dan memiliki kebutuhan dukungan operasional yang lebih sederhana dibanding jet siluman Amerika.

Siapa Lebih Lincah?

Jika berbicara mengenai kelincahan atau manuver udara murni, sebagian besar analis menilai Su-35 berada di atas F-35.

Su-35 menggunakan mesin AL-41F1S dengan teknologi thrust vectoring tiga dimensi yang memungkinkan arah semburan mesin berubah saat terbang. Teknologi ini membuat pesawat mampu melakukan manuver ekstrem seperti Cobra Pugachev, Kulbit, dan berbagai gerakan sudut serang tinggi yang sulit dilakukan jet tempur lain. Dalam skenario dogfight jarak dekat, kemampuan manuver tersebut dapat menjadi keuntungan signifikan.

F-35 memang memiliki kemampuan manuver yang baik untuk ukuran pesawat siluman bermesin tunggal, tetapi desainnya lebih mengutamakan kemampuan bertahan hidup melalui teknologi siluman dan kesadaran situasional daripada duel udara jarak dekat. Filosofi F-35 adalah menghancurkan lawan sebelum lawan sempat mendekat.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |