Pemkot Semarang Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri

1 hour ago 30

INFO TEMPO — Pemerintah Kota Semarang meraih Penghargaan Terbaik III Kategori Creative Financing pada Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, di Yogyakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026, berkat inovasi pembiayaan pembangunan yang kreatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Semarang tidak hanya mampu menjaga laju pembangunan, tetapi juga berhasil menghadirkan berbagai inovasi pembiayaan yang sehat, kreatif, dan akuntabel untuk mendukung kebutuhan pembangunan kota di tengah berbagai tantangan fiskal.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian menekankan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja nyata, inovasi, serta tata kelola pemerintahan yang baik dalam mendukung pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut memperkuat posisi Kota Semarang sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil mengembangkan pendekatan pembiayaan pembangunan yang inovatif sekaligus bertanggung jawab. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa Kota Semarang semakin dipercaya oleh berbagai pihak sebagai daerah yang memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, iklim investasi yang kondusif, dan kemampuan mengelola pembangunan secara profesional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen dalam membangun Semarang yang semakin maju dan berdaya saing. "Penghargaan ini bukan sekadar tentang prestasi pemerintah daerah, tetapi tentang bagaimana Kota Semarang mampu membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik dapat menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Ini adalah penghargaan untuk seluruh warga Kota Semarang," ujar Agustina.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan perkotaan yang terus meningkat menuntut pemerintah daerah untuk tidak hanya bergantung pada sumber pembiayaan konvensional. Karena itu, Pemkot Semarang terus mendorong berbagai skema pembiayaan kreatif yang mampu mempercepat pembangunan, menarik investasi, serta membuka ruang partisipasi berbagai pihak tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

"Setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus menghasilkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. Karena itu kami terus mencari cara-cara baru yang lebih efektif, kreatif, dan bertanggung jawab agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat tanpa membebani warga," tegasnya.

Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi Kota Semarang untuk terus menarik kerja sama dan investasi yang akan memperkuat perekonomian daerah serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.

Meski demikian, Agustina menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Bagi Pemkot Semarang, penghargaan merupakan indikator bahwa arah pembangunan yang ditempuh berada pada jalur yang tepat, sekaligus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

"Kami tidak ingin berhenti pada penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat pembangunan itu dalam kehidupan sehari-hari. Karena ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah meningkatnya kesejahteraan warga dan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memperkuat lima prioritas pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi dan investasi, pemerataan infrastruktur, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, serta ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat.

Dengan penghargaan nasional ini, Kota Semarang kembali menunjukkan bahwa inovasi bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang menghasilkan manfaat. Sebuah ikhtiar yang terus dijaga agar kota Semarang tumbuh sebagai kota yang maju, inklusif, berdaya saing, dan memberikan harapan bagi seluruh warganya. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |