UMAT Muslim akan menjalani ibadah puasa Ramadan mulai 1 Maret 2025. Selama satu bulan, mereka tak boleh makan dan minum sejak menjelang fajar sampai matahari terbenam. Tak hanya untuk fisik, puasa Ramadan juga memiliki makna bagi refleksi spiritual, disiplin diri, dan ketaatan.
"Ramadan adalah waktu yang sempurna menata dan koneksi ulang dengan diri sendiri. Inilah kesempatan untuk peduli pada setiap aktivitas yang dilakukan. Persiapkan tubuh dengan secara bertahan menyesuaikan jadwal makan di siang hari sebelum masuk bulan puasa," saran Dr Lama Dalloul, pakar diet klinis di Bioniq Timur Tengah kepada Al Arabiya English edisi 26 Februari 2025.
Dalloul melanjutkan, "Jika Anda Terbiasa makan di siang hari, coba lakukan penyesuaian dengan jadwal puasa untuk membantu tubuh beradaptasi. Bila terbiasa minum kopi atau teh, kurangi asupan kafein secara bertahap sebelum Ramadan untuk menghindari dehidrasi dan mengurangi risiko sakit kepala."
Meski memiliki banyak manfaat, penting untuk berpuasa dengan cara yang sehat dan memperhatikan kondisi tubuh. Agar puasa tidak berdampak buruk, perhatikan asupan makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka serta menjaga kecukupan cairan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mulai berpuasa. Dengan demikian, puasa dapat dilakukan dengan aman dan tetap memberi manfaat bagi tubuh tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Manfaat Puasa
Puasa Ramadan bukan hanya kewajiban spiritual tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Ibadah ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Tuhan tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran.
Para peneliti mengungkapkan puasa bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, puasa membantu detoksifikasi, memperbaiki metabolisme, dan mengatur kadar gula darah. Puasa juga meningkatkan sensitivitas insulin dan memperbaiki jaringan tubuh serta menurunkan risiko diabetes.
Di sisi mental, puasa dapat mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan ketenangan dan fokus, memberikan ruang untuk refleksi diri dan spiritualitas. Secara keseluruhan, puasa Ramadan meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Berikut beberapa manfaat berpuasa, termasuk saat Ramadan, dikutip dari The Daily Star.
Baik bagi kesehatan jantung
Puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, yang berperan dalam penurunan risiko penyakit jantung. Dengan berpuasa, tubuh beradaptasi dengan membakar lemak sebagai sumber energi utama sehingga mengurangi penumpukan lemak dalam pembuluh darah.
Kontrol gula darah
Bagi penderita diabetes, puasa dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan menstabilkan kadar gula darah. Mengurangi asupan gula selama puasa membuat tubuh dapat lebih efektif dalam mengatur kadar gula darah.
Perbaiki daya tahan tubuh
Puasa merangsang proses regenerasi sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Proses detoksifikasi yang terjadi selama puasa juga membantu membersihkan tubuh dari racun dan zat berbahaya.
Turunkan berat badan
Puasa dapat membantu menurunkan berat badan dengan membakar lemak tubuh. Namun, penting untuk menjaga pola makan sehat saat sahur dan berbuka puasa untuk mencapai hasil yang optimal.
Kurangi peradangan
Puasa dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang berkontribusi pada pencegahan berbagai penyakit kronis seperti aradang sendi dan penyakit jantung. Proses detoksifikasi selama puasa membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Tingkatkan fungsi otak
Puasa merangsang pertumbuhan neuron baru di otak, yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, puasa dapat meningkatkan konsentrasi dan kejernihan mental.
Perkuat kesehatan mental
Puasa dapat membantu menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Dengan berpuasa, orang dilatih untuk mengendalikan diri dan merespons situasi dengan lebih tenang, yang berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik.
Tips Tetap Sehat selama Ramadan
Mengatur pola makan dan menjaga kebugaran tubuh penting dilakukan saat berpuasa selama Ramadan. Banya kegiatan yang perlu dilakukan, mulai dari ibadah rutinitas pekerjaan, dan kegiatan harian yang memerlukan stamina prima.
Kondisi fisik yang optimal sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran aktivitas tersebut. Tanpa perawatan yang tepat, puasa bisa mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga menjadi tantangan bagi banyak orang untuk tetap merasa bugar sepanjang Ramadan. Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan spiritual dan kesehatan tubuh.
Dengan memperhatikan beberapa hal sederhana namun efektif, puasa bisa tetap berjalan dengan lancar tanpa mengorbankan kesehatan. Dikutip dari Antara pada 2 Februari 2025, demi mendapat manfaat tersebut, penting untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat selama berpuasa dengan beberapa tips berikut.
Pilih makanan bergizi seimbang
Pastikan menu sahur dan berbuka puasa mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin dan mineral. Makanan seperti nasi merah, roti gandum, sayuran, buah-buahan, dan sumber protein seperti ikan, ayam, atau kacang-kacangan dapat membantu menjaga energi dan kesehatan tubuh.
Hindari makanan berlemak dan berminyak
Kurangi konsumsi makanan berlemak tinggi saat berbuka puasa dan . Makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi akan mudah diserap tubuh sehingga lapar lebih mudah terasa saat siang atau sore hari.
Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Minum air putih minimal delapan gelas per hari selama waktu berbuka puasa hingga sahur. Hindari minuman berkafein dan berkarbonasi yang dapat menyebabkan kehilangan cairan pada metabolisme tubuh.
Lakukan aktivitas fisik ringan
Tetap lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam ringan di rumah untuk menjaga kebugaran tubuh namun hindari olahraga yang terlalu intensif di siang hari.
Cukup istirahat
Pastikan waktu tidur yang cukup setiap malam untuk membantu proses pemulihan tubuh dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal.
Hindari rokok
Menurut penelitian, berhenti merokok selama berpuasa dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan selama sebulan berpuasa.
Kelola stres
Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik selama berpuasa.
Dengan menerapkan tujuh tips tersebut, Anda akan lebih mampu menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa dan penting agar puasa tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dan tetap memberi manfaat yang optimal. Selain itu, menjalankan puasa yang sehat juga dapat memperkuat pengalaman spiritual selama Ramadan. Ibadah puasa pun diharapkan penuh berkah dan memberi dampak positif bagi jiwa dan raga.