Stres, Gorengan, dan Sinar Matahari Bisa Percepat Penuaan Kulit, Benarkah?

12 hours ago 13

CANTIKA.COMJakarta - Banyak orang mengira penuaan kulit hanya dipengaruhi oleh faktor usia. Padahal, proses aging sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum kerutan dan kulit kendur terlihat jelas di wajah. Selain faktor genetik, gaya hidup sehari-hari juga memiliki peran besar dalam menentukan seberapa cepat tanda-tanda penuaan muncul.

Menurut dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC dari dr. BELLE Aesthetic Clinic, langkah pertama untuk memperlambat aging adalah memahami kondisi tubuh dan faktor risiko yang dimiliki sejak awal. Sama seperti seseorang yang mengetahui riwayat diabetes atau hipertensi dalam keluarga, risiko penuaan dini juga dapat diprediksi melalui faktor genetik.

"Kalau kita tahu genetik kita cenderung mengalami aging lebih cepat, maka kita bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini," jelasnya dr. Catherine di acara konferensi pers Galderma x dr Belle Clinic PLLA SCA: Want Skin That Feels Like You Again? di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Inflamasi, Musuh Utama Kulit Awet Muda

dr Catherine Soebroto di acara Press conference Galderma x dr Belle Clinic PLLA SCA: Want Skin That Feels Like You Again? di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026/Foto: Doc. Galderma

Salah satu penyebab utama penuaan yang sering luput dari perhatian adalah inflamasi kronis atau peradangan yang terjadi terus-menerus di dalam tubuh.

Inflamasi tidak selalu terlihat secara langsung. Kebiasaan makan yang kurang sehat, berat badan berlebih, stres, hingga paparan lingkungan dapat memicu kondisi tersebut.

"Fat atau lemak berlebih di tubuh merupakan salah satu sumber inflamasi. Karena itu orang yang mengalami kelebihan berat badan sering kali mengalami proses aging yang lebih cepat," ujarnya.

Saat tubuh berada dalam kondisi inflamasi berkepanjangan, produksi kolagen dan kualitas jaringan kulit dapat ikut terpengaruh. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan elastisitas dan tampak lebih cepat menua.

Kurangi Gula dan Gorengan untuk Menjaga Kualitas Kulit

Pola makan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan kulit jangka panjang. Konsumsi makanan tinggi gula, tepung olahan, dan gorengan berlebihan diketahui dapat memicu peradangan dalam tubuh.

Karena itu, membatasi makanan manis dan makanan tinggi lemak menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas kulit.

"Ketika inflamasi berkurang dan berat badan lebih terkontrol, wajah biasanya akan terlihat lebih segar dan tidak mudah tampak lelah," jelasnya.

Selain membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, pola makan yang lebih seimbang juga berkontribusi terhadap proses regenerasi kulit yang lebih optimal.

Sinar Matahari Masih Jadi Penyebab Penuaan Nomor Satu

Jika inflamasi dari dalam berasal dari makanan dan gaya hidup, inflamasi dari luar banyak dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV).

Paparan UV yang berlebihan merupakan salah satu faktor terbesar penyebab photoaging atau penuaan akibat sinar matahari. Dampaknya tidak hanya berupa kulit yang lebih kusam, tetapi juga munculnya flek hitam, garis halus, hingga berkurangnya elastisitas kulit.

Karena itu, penggunaan sunscreen setiap hari masih menjadi langkah perlindungan yang paling direkomendasikan.

"Kalau tidak bisa menghindari aktivitas di luar ruangan, maka gunakan sunblock secara rutin. Itu salah satu cara terbaik untuk melindungi kulit dari efek UV," katanya.

Tak hanya sinar matahari, paparan panas berlebih dari berbagai sumber juga dapat memicu inflamasi pada kulit. Mulai dari sauna, aktivitas memasak dalam waktu lama di depan kompor, hingga paparan suhu tinggi secara terus-menerus dapat membuat kulit lebih mudah mengalami kemerahan dan stres.

"Panas menyebabkan inflamasi juga. Karena itu setelah menjalani treatment tertentu, biasanya disarankan untuk mengurangi paparan panas yang berlebihan," ungkapnya.

Meski tidak harus dihindari sepenuhnya, mengurangi frekuensi paparan panas yang tidak perlu dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Stres dan Kurang Istirahat Bisa Mempercepat Aging

Selain faktor fisik, kondisi psikologis juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Stres berkepanjangan diketahui dapat meningkatkan respons inflamasi dalam tubuh dan memengaruhi berbagai proses biologis yang berkaitan dengan penuaan.

Saat tubuh berada dalam kondisi stres, produksi hormon tertentu meningkat dan dapat berdampak pada kualitas tidur, regenerasi sel, hingga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas, waktu istirahat, serta kesehatan mental menjadi bagian penting dalam strategi anti-aging yang sering kali terlupakan.

Treatment Bukan Pengganti Gaya Hidup Sehat

Berbagai prosedur estetika dan treatment modern memang dapat membantu memperbaiki tanda-tanda penuaan. Namun, hasil yang optimal tetap membutuhkan dukungan dari gaya hidup yang sehat. Menurutnya, perawatan estetika sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti kebiasaan baik sehari-hari.

"Skincare dan treatment bisa membantu, tetapi fondasinya tetap ada pada lifestyle. Mulai dari pola makan, menjaga berat badan ideal, melindungi kulit dari sinar UV, mengurangi paparan panas berlebih, hingga mengelola stres dengan baik," ujarnya.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |