Terpopuler Nasional: Prabowo Sebut AHY Berpotensi Ikuti Jejak SBY, Bantahan Menteri Desa di Kemenangan Istri

5 hours ago 8

TEMPO.CO, Jakarta -

Sejumlah peristiwa politik mewarnai pemberitaan pada Rabu, 26 Februari 2025. Pembaca menyoroti berbagai berita yang berkaitan dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Kongres Partai Demokrat. Publik mencermati pidato Prabowo yang menyinggung demonstrasi Indonesia Gelap hingga kabinet besar.

Berita lain yang banyak diminati pembaca adalah bantahan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto soal cawe-cawenya di pemilihan kepala daerah (pilkada) Serang. Berikut ini tiga berita terpopuler di kanal nasional untuk pembaca.

  1. Prabowo dalam Kongres Demokrat: Ada Presiden SBY, Siapa Tahu Ada Presiden AHY

Dalam sambutan pada acara penutupan Kongres Partai Demokrat, Prabowo menyebutkan kemungkinan munculnya sosok Presiden Agus Harimurti Yudhoyono di masa depan. Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan ada potensi AHY mengikuti jejak ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden keenam. “Ada Presiden SBY, siapa tahu ada presiden AHY,” kata Prabowo.

Dalam acara tersebut, AHY yang terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat duduk diapit Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani. Prabowo menyebutkan orang yang duduk berdampingan suatu saat bisa bersaing.

Dia mengatakan keduanya masih muda dan memiliki kesempatan menjadi presiden. “Sekarang duduk berdampingan, nanti bisa bersaing ini dua orang ini,” kata Prabowo kepada AHY dan Gibran.

Baca juga: Soal Kabinet Gemuk, Prabowo: Kalau Banyak Orang Hebat, Kenapa?

  1. Bantahan Menteri Desa Cawe-cawe di Pilkada Serang dan Respons MK

Juru bicara hakim Mahkamah Konstitusi, Enny Nurbaningsih, mengatakan putusan MK tentang gugatan sengketa Pilkada Serang sudah final. Menurut dia, pertimbangan hukum terhadap putusan yang dibantah oleh Menteri Desa Yandri Susanto sudah jelas.

“Hakim MK tidak boleh mengomentari atau membantah putusan karena dalam pertimbangan hukum sudah jelas mengapa MK memutus demikian,” kata Enny saat dihubungi Tempo pada Rabu, 26 Februari 2025.

MK mengabulkan gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Serang. MK juga memerintahkan KPU Kabupaten Serang untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Serang.

Dalam putusan MK, Enny Nurbaningsih mengatakan Menteri Desa Yandri Susanto terbukti melaksanakan dan menghadiri kegiatan yang mengarahkan kepala desa untuk mendukung pasangan calon nomor urut dua, Ratu Rachmatuzakiyah-Najib Hamas. Ratu adalah istri Yandri.

“Tidak dapat dihindari adanya pertautan erat kepentingan antara para kepala desa dan aparat pemerintahan desa dengan kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” ujar Enny pada Senin, 24 Februari 2025.

  1. Mendes Tanggapi MK yang Membatalkan Kemenangan Istrinya: Itu Kata Mereka, Kami Punya Fakta Sendiri

Menteri Desa Yandri Susanto memberikan tanggapannya terhadap putusan MK yang menganulir hasil pemilihan bupati Serang 2024 lalu. Akibat putusan ini, istri Yandri, Ratu Rachmatu Zakiyah batal menang dalam kontestasi itu dan harus mengikuti pemungutan suara ulang.

Yandri menilai, putusan tersebut sudah menjadi hak prerogatif dari MK selaku lembaga yang berwenang memutus perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). "Bahwa tafsir Mahkamah Konstitusi yang sudah disampaikan kepada publik, ya itu hak mereka," ucap Yandri dalam agenda konferensi pers di Tebet pada Rabu, 26 Februari 2025.

Yandri mengatakan, fakta yang disebutkan dalam putusan itu berbeda dengan fakta yang ditemukan oleh pihaknya di lapangan. Fakta-fakta tersebut, kata Yandri, sudah pernah disampaikan dalam agenda persidangan. Namun, tak digubris para hakim.

"Kami punya fakta sendiri dan sudah kami sampaikan di Mahkamah Konstitusi. Tapi fakta-fakta itu tidak dijadikan dalil atau dijadikan pertimbangan oleh Mahkamah Konstitusi sama sekali," ujar Yandri.

Sapto Yunus dan Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam pembuatan artikel ini.

Pilihan editor: Puan Maharani Hadir di Kongres Partai Demokrat, Politikus PDIP: Saat Ini Kita Butuh Komunikasi 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |