WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 17.871 siswa di Kabupaten Wonogiri bakal merasakan langsung bagaimana proses demokrasi berlangsung di lingkungan sekolah. Bukan lewat teori di ruang kelas, tetapi melalui Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak 2026 yang diluncurkan KPU Kabupaten Wonogiri, Selasa (22/9/2026).
Program ini menyasar 32 satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB. Ribuan siswa tersebut akan menjadi bagian dari pendidikan pemilih berkelanjutan yang dirancang KPU Wonogiri bersama Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VI dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Ketua KPU Wonogiri Satya Graha mengatakan Pilketos Serentak 2026 dirancang sebagai sarana edukasi politik sekaligus memberikan pengalaman berdemokrasi secara langsung kepada pemilih pemula.
“Pilketos ini menjadi sarana edukasi politik berkelanjutan sekaligus menghadirkan pengalaman berdemokrasi yang nyata bagi pemilih pemula,” ungkap Satya Graha, Rabu (23/9/2026).
Sebaran sekolah peserta juga cukup luas. Dari total 32 sekolah, terdapat 5 SMA yang terdiri atas 3 SMA negeri dan 2 SMA swasta.
Kemudian 24 SMK, dengan rincian 6 SMK negeri dan 18 SMK swasta. Program tersebut juga melibatkan 3 SLB, terdiri atas 2 SLB negeri dan 1 SLB swasta.
Tak hanya siswa, ekosistem Pilketos Serentak 2026 juga melibatkan 1.466 guru dan tenaga kependidikan. Artinya, proses pemilihan ketua OSIS kali ini dikemas menyerupai tahapan demokrasi yang lebih terstruktur, tetapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan skala lingkungan sekolah.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung serentak pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara itu, rangkaian tahapan Pilketos Serentak mulai berjalan pada 23 September 2026. KPU Wonogiri telah menyiapkan petunjuk pelaksanaan sebagai pedoman bagi sekolah peserta.
Tahapannya dibuat mengadopsi prinsip tata kelola Pemilu dan Pilkada, namun dikemas secara efektif dan proporsional untuk lingkungan sekolah.
✓ Pembentukan panitia pemilihan
✓ Perencanaan dan penyusunan jadwal
✓ Pemutakhiran data pemilih sekolah
✓ Pencalonan dan kampanye
✓ Penyiapan logistik pemungutan suara
✓ Pemungutan dan penghitungan suara
✓ Rekapitulasi hasil penghitungan
✓ Penetapan pasangan calon terpilih
Di balik agenda memilih ketua OSIS, KPU Wonogiri menempatkan program tersebut sebagai ruang belajar demokrasi bagi generasi muda. Siswa tidak hanya dikenalkan pada proses pencoblosan, tetapi juga tahapan pencalonan, kampanye, pemutakhiran data pemilih, penghitungan suara hingga penetapan calon terpilih.
Pelibatan SLB juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. KPU Wonogiri menargetkan pendidikan demokrasi yang inklusif dengan memberikan ruang bagi satuan pendidikan khusus untuk ikut dalam Pilketos Serentak 2026.
Program ini sekaligus diarahkan untuk menanamkan nilai demokrasi, integritas, keterbukaan serta meningkatkan kesadaran politik calon pemilih pemula.
KPU Kabupaten Wonogiri juga menargetkan keberadaan program tersebut dapat memperkuat peran lembaga sebagai Pusat Studi dan Layanan Demokrasi yang memberikan pendidikan demokrasi secara langsung kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Dengan jumlah peserta mencapai 17.871 siswa, Pilketos Serentak 2026 menjadi salah satu agenda pendidikan pemilih berskala besar di lingkungan sekolah Wonogiri. Ribuan pelajar itu akan mendapat pengalaman menentukan pilihan, mengikuti proses kampanye hingga menyaksikan bagaimana suara dihitung dan ditetapkan.
Bagi KPU Wonogiri, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal agar para pelajar tidak hanya memahami demokrasi dari buku pelajaran, tetapi juga mengetahui bagaimana proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan dijalankan secara langsung di lingkungan mereka. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































