Rabu 23 Sep 2026 08:49 WIB
Setelah bebas banjir nilai tanah di wilayah tersebut akan naik.
Foto: Dok Istimewa
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan permasalahan banjir di wilayah timur dan bagian selatan Kota Bandung dapat terselesaikan tahun 2027-2028 alias bebas banjir. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Kabupaten Bandung dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Barat.
"Kami kemarin baru selesai rapat masalah penanganan banjir. Saat ini penanganan banjir yang paling krusial itu semuanya ada di daerah Selatan," ucap dia belum lama ini.
Ia mengatakan wilayah selatan bagian barat Kota Bandung meliputi Ciwastra, Cibaduyut, sedangkan di wilayah timur di Ciwastra hingga Gedebage. Untuk wilayah Timur, ia mengaku akan menyelesaikan sendiri sedangkan di wilayah selatan berkoordinasi dengan Kabupaten Bandung.
"Kelihatannya solusinya bisa kita dapatkan di 2027-2028 untuk bagian timur. Mudah-mudahan insya Allah (bebas banjir)," kata dia.
Ia melanjutkan pihaknya menargetkan tahun 2028 wilayah timur Kota Bandung bebas banjir. Dengan begitu nilai tanah di wilayah tersebut akan naik.
Pihaknya akan menggandeng Kementerian, Keuangan, Bappenas dan BBWS membahas masala sungai di wilayah timur. Sedangkan di wilayah barat akan berkoordinasi dengan Wali Kota Cimahi menyangkut banjir di Cimindi.
Farhan menambahkan pihaknya ke depan menginginkan siapapun yang menjabat kembali sebagai wali kota tidak membongkar warisan dari wali kota sebelumnya. Sebab pembangunan yang ada merupakan milik masyarakat.
Ia mengatakan hingga akhir tahun 2027 fokus melakukan penataan seiring dengan program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia pun terus menjalankan program wali kota sebelumnya kecuali teras Cihampelas karena sudah diserahkan ke gubernur.

3 hours ago
26

















































