Kalla Institute Masuk Lima Besar KRISAN Fellowship Lewat Ekosistem Kampus Inklusif

2 hours ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR,Kalla Institute berhasil terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam Program KRISAN Fellowship. Pencapaian ini diraih berkat komitmen kampus dalam mendorong penguatan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Capaian tersebut diraih melalui keterlibatan dua dosen Kalla Institute, Syarief Dienan Yahya dan Muhammad Fachrul Salam, setelah mengikuti proses seleksi yang melibatkan lebih dari 109 perguruan tinggi di Indonesia.

Dosen Kalla Institute Syarief Dienan Yahya di Makassar, Selasa (22/9) mengatakan KRISAN Fellowship menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai penerapan prinsip inklusivitas di lingkungan pendidikan tinggi. "KRISAN Fellowship memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan memahami bagaimana pendidikan dapat hadir secara lebih inklusif," ujar Syarief.

Ia mengatakan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program tersebut diharapkan dapat diterapkan di Kalla Institute, sehingga lingkungan kampus semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu.

Komitmen Membangun Lingkungan yang Menghargai Perbedaan

Sementara itu, Muhammad Fachrul Salam mengatakan penerapan pendidikan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi. "Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga membangun lingkungan yang memahami dan menghargai setiap perbedaan," katanya.

Menurut dia, pengalaman selama mengikuti KRISAN Fellowship memberikan perspektif baru yang dapat menjadi bekal dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih ramah dan setara.

Kalla Institute menilai pendidikan inklusif tidak sebatas memberikan akses belajar yang sama, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mampu menghargai keberagaman dan memahami kebutuhan setiap individu.

Melalui keterlibatan dalam KRISAN Fellowship, Kalla Institute berupaya memperkuat kapasitas dalam mengembangkan pembelajaran, aktivitas akademik, fasilitas, dan lingkungan kampus yang lebih responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Kalla Institute juga memandang kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, tetapi juga dari kemampuan institusi menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, terbuka, dan setara.

Ke depan, Kalla Institute berkomitmen mengembangkan kolaborasi dan berbagai inisiatif yang mendukung pendidikan inklusif. Keterlibatan dalam KRISAN Fellowship diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun lingkungan akademik yang adaptif, setara, dan inklusif.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |