Wamenaker Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang Kerja di Luar Negeri

1 hour ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI, – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong anak-anak muda untuk memanfaatkan potensi besar peluang kerja luar negeri sebagai jawaban atas bonus demografi Indonesia. Ajakan ini disampaikan saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Wamenaker menekankan bahwa pemerintah melalui Kemenaker tengah gencar menyiapkan tenaga kerja profesional dengan keahlian khusus untuk ditempatkan di negara-negara mitra, salah satunya Jepang. Program ini mencakup pelatihan kompetensi dan keterampilan yang memadai bagi para peminat.

"Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar, dan bagi mereka yang berminat ke luar negeri kami didik, kami latih, dan diberikan kompetensi dan skill yang memadai," kata Afriansyah.

Penghasilan Menjanjikan di Jepang

Di Negeri Sakura, para peserta magang dan tenaga kerja Indonesia ditempatkan di berbagai sektor strategis seperti otomotif, pabrik, pertanian, hingga pengemudi. Penempatan ini disesuaikan dengan kompetensi masing-masing serta perjanjian resmi antar-lembaga dan pemerintah.

Afriansyah memberikan gambaran besaran penghasilan yang bisa diperoleh. "Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan," ungkapnya.

Banyuwangi Jadi Penyumbang Tenaga Kerja Terbesar

Wamenaker memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Banyuwangi yang dinilainya sebagai salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak untuk penempatan di Jepang. Keberadaan BPVP di Muncar disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, termasuk dalam penguasaan bahasa asing.

"Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang. Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan kemampuan hebat-hebat, termasuk skill bahasa," ujarnya.

Kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi pun dinilai relatif sangat baik. Dari total penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banyuwangi hanya mencatat kisaran 10.000 orang. "Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil, oleh karena itu harus kita dukung," tegas Afriansyah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas vokasi secara optimal. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada pengembangan SDM melalui alokasi kuota Pelatihan Vokasi Nasional yang mencapai sekitar 220.000 orang khusus lulusan SMA/SMK, di mana seluruh pembiayaannya ditanggung penuh oleh negara.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memaparkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya berhasil ditekan dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen di tahun 2025. "Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja, akan tetapi kami juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja," jelas Wabup.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |