Kemarau Panjang dan El Nino Picu Debit Air Baku Menyusut, Pelanggan Perumda Tirta Raharja Terdampak

3 hours ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Debit air baku yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Raharja mengalami penyusutan akibat kemarau panjang disertai fenomena El Nino tahun ini. Imbasnya, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Bandung Barat pun terdampak.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Dhani Lukman mengatakan, hingga September ini debit air baku mengalami penurunan rata-rata sekitar 23 persen dibandingkan kondisi normal, dengan fluktuasi penurunan antara 15 hingga 28 persen, bergantung pada kondisi masing-masing sumber air baku.

"Dalam kondisi normal, kapasitas produksi mencapai sekitar 1.008 liter per detik. Penurunan debit air baku mulai terpantau sejak awal Juli 2026, dipengaruhi berkurangnya curah hujan," kata Dhani Lukman saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Dhani mengatakan dampak penurunan debit air baku dirasakan oleh pelanggan di beberapa daerah pelayanan, mulai dari pelanggan di Soreang, Margaasih, Banjaran, Baleendah, Cileunyi di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Cisarua di Kabupaten Bandung Barat.

"Dari total 122.532 sambungan langganan, sekitar 12.907 sambungan rumah berada pada wilayah yang berpotensi mengalami penyesuaian pelayanan, jadi jam pengaliran dan tekanan, bukan penghentian pelayanan secara total," ungkap Dhani.

Untuk mengantisipasi terhambatnya distribusi air bersih akibat kemarau itu, pihaknya sudah menyiapkan langkah. Pengaturan distribusi dilakukan secara bergilir, khususnya pada wilayah yang berada di lokasi lebih tinggi atau memiliki jarak yang relatif jauh dari sumber air.

"Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga pemerataan distribusi air kepada pelanggan dengan mempertimbangkan kondisi debit dan kapasitas produksi yang tersedia," ujar Dhani.

Pihaknya juga menyediakan fasilitas penyangga berupa 24 unit tandon air berkapasitas 2.000 liter per unit yang ditempatkan di sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan pasokan air. Empat 4 unit mobil tangki juga disiagakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air pelanggan dan masyarakat. Jumlah armada dapat ditambah sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Sejak Juli hingga September 2026, Perumda Air Minum Tirta Raharja telah menyalurkan air melalui armada mobil tangki dengan total distribusi mencapai sekitar 2.916.000 Liter. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air pelanggan dan masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.

"Pemantauan kondisi sumber air baku dilakukan secara intensif, disertai pemeliharaan rutin pada titik-titik pengambilan air baku untuk menjaga keberlangsungan pasokan," kata Dhani.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |