5 Cedera Umum saat Main Padel, Bukan Cuma Tennis Elbow

8 hours ago 12

CANTIKA.COM, Jakarta - Padel saat ini sebagai salah satu olahraga yang dinamis, menyenangkan, dan semakin populer di kalangan masyarakat urban. Namun, intensitasnya yang tinggi dan pengulangan gerakan olahraga tertentu dapat menyebabkan cedera jika tidak dilakukan dengan tepat.

Mulai dari tennis elbow yang terkenal hingga masalah pada bahu, punggung bawah, atau tendon, banyak pemain padel mengalami ketidaknyamanan yang dapat memengaruhi performa mereka, bahkan membuat mereka absen dari lapangan.

Agar kamu dapat terus menikmati permainan tanpa rasa sakit, yuk deep dive soal cedera padel yang paling umum, mengapa cedera tersebut terjadi, dan bagaimana cara menghindarinya.

5 Cedera Umum Saat Main Padel

1. Epicondylalgia (Tennis Elbow)

Juga dikenal sebagai lateral epicondylitis, cedera ini adalah salah satu yang paling umum terjadi pada pemain padel. Hal ini disebabkan oleh penggunaan berlebihan otot ekstensor lengan bawah karena gerakan berulang.

Kondisi tersebut sering menyebabkan nyeri di bagian lateral siku yang dapat menjalar ke lengan bawah, ketidaknyamanan saat menggenggam raket dengan kuat atau memukul keras, dan perasaan lemah di pergelangan tangan dan lengan bawah.

2. Cedera Rotator Cuff

Padel membutuhkan banyak gerakan di atas kepala, seperti smash dan tray, yang memberikan tuntutan lebih besar pada otot rotator cuff. Oleh karena itu, ketidakseimbangan otot sering terjadi, yang dalam jangka panjang, jika tidak ada persiapan fisik yang baik untuk jenis gerakan ini, dapat menyebabkan nyeri bahu.

Ketidaknyamanan ini biasanya muncul di bagian lateral dan anterior bahu, saat mengangkat lengan, dan bahkan dapat mengganggu saat tidur miring. Namun, terkadang nyeri ini dapat memengaruhi area leher dan menyebabkan cedera seperti servikobrakialgia.

3. Nyeri Punggung Bawah

Perubahan arah, putaran, dan tekukan tulang belakang yang tiba-tiba selama bermain dapat memberi banyak tekanan pada punggung bawah. Oleh karena itu, jika otot-otot inti punggung bawah (lumbar, abdominal, dan gluteal) tidak memberikan stabilitas yang diperlukan, tulang belakang dan otot-otot lumbar akan membantu, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri punggung bawah yang berulang.

Secara khusus, otot gluteal (gluteus maximus, medius, dan minimus) berperan utama dalam stabilitas lumbar ini, oleh karena itu, diperlukan otot gluteal yang mampu menopang beban fisik yang terlibat dalam bermain padel. Ketidaknyamanan ini biasanya muncul setelah bermain pertandingan yang panjang, menyebabkan rasa kaku dan nyeri saat berputar dan membungkuk.

4. Tendinopati

Tendinopati biasanya terjadi ketika tendon mengalami beban yang lebih besar daripada yang dapat ditahannya. Dalam padel, yang paling umum dua cedera berikut.

- Tendinopati Patella (Lutut Pelompat): Dalam kasus ini, tendon patella lutut terpengaruh, menyebabkan nyeri di bagian depan lutut. Nyeri ini biasanya terjadi saat melompat dan perubahan kecepatan.

- Tendinopati Achilles: Pada cedera ini, tendon Achilles terpengaruh karena gerakan cepat yang konstan, yang dapat menyebabkan nyeri di bagian belakang pergelangan kaki.

5. Robekan Otot

Padel adalah olahraga eksplosif dengan akselerasi, pengereman, dan perubahan arah yang konstan. Jika ditambah dengan kelelahan otot dan persiapan fisik yang tidak memadai, risiko cedera meningkat. Area yang paling sering terpengaruh saat bermain tenis padel biasanya adalah:

- Twine dan Soleus (Tennis leg): Cedera ini muncul sebagai sensasi "lemparan batu" di betis, yang sesuai dengan robekan otot. Biasanya menyebabkan nyeri saat berlari, melompat, berdiri di atas ujung kaki, bahkan berjalan.

Hamstring: Biasanya cedera terutama saat berlari eksplosif atau peregangan kaki yang tiba-tiba.

Quadriceps: Dapat terpengaruh saat melompat atau berlari cepat.

Cara Mencegah Cedera saat olahraga Padel

1. Wajib Pemanasan yang Tepat

Tidak cukup hanya melakukan beberapa pukulan sebelum pertandingan. Luangkan setidaknya 10-15 menit untuk rutinitas mobilitas sendi dan aktivasi otot.

2. Latih Kekuatan dan Stabilitas Inti

Penting untuk mempersiapkan otot lumbar, gluteal, dan perut untuk meningkatkan perlindungan tulang belakang lumbar dan mengurangi kemungkinan menderita nyeri punggung bawah.

3. Perkuat Otot-otot Kunci

Disarankan untuk meluangkan setidaknya satu hari dalam seminggu untuk memperkuat otot-otot kunci padel, seperti lengan bawah, rotator cuff, kaki, dan betis. Ini akan membantu meningkatkan performa dan membantu kamu lebih mampu menghadapi tuntutan permainan, baik melalui latihan di gym atau rutinitas olahraga di rumah.

4. Gunakan Peralatan yang Tepat

Memilih raket yang sesuai dengan level dan kemampuan fisik penting untuk mencegah cedera. Demikian pula, mengenakan alas kaki yang tepat yang memberikan stabilitas dan bantalan akan membantu mengurangi risiko ketidaknyamanan dan kelelahan.

5. Luangkan Waktu Istirahat

Meskipun padel adalah hobi, penting untuk memberi tubuh kamu istirahat yang dibutuhkan. Pemulihan yang tepat membantu mencegah kelelahan otot dan mengurangi risiko ketidaknyamanan atau cedera.

Pilihan Editor: 3 Tips Main Padel untuk Pemula, Mulai dari Kenyamanan Pilih Pakaian

EVOLUTION FISIOTERAPIA | SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |