Amran Labor 70 Ribu Hektare Sawah di Sumatera Rusak Terkena Bencana

3 weeks ago 25

Mentan Andi Amran Sulaiman memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan secara masif ke daerah-daerah terdampak bencana. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, sampai hari ini pihaknya telah mengirimkan sekitar 44 ribu ton beras ke wilayah terdampak bencana.

"Cadangan kami siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan, 120 ribu ton di lapangan. Jadi pangan tidak ada masalah Bapak Presiden. Tiga kali lipat dari kebutuhan," ujar Amran dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Terkait dampak bencana di Pulau Sumatera terhadap sektor pertanian, Amran menyampaikan, terdapat sekitar 70 ribu hektare lahan sawah yang mengalami kerusakan. "Kerusakan sawah di lapangan ada 70.000 hektare. Insya Allah, kami bisa tangani, mulai bekerja di Januari (2026)," kata Amran.

Selain itu, Amran melaporkan adanya bantuan pemerintah dengan total nilai mencapai Rp 1 triliun. Tidak hanya itu, dukungan tambahan juga datang dari kementerian lain dan para mitra dengan nilai sekitar Rp 75 miliar.

"Dua kapal kami sudah berangkatkan. Terima kasih Pak Panglima. Besok kami berangkatkan lagi satu kapal. Jadi totalnya tiga kapal kami berangkatkan," ucap Amran.

Dalam laporannya, Amran juga menyampaikan capaian kesejahteraan petani yang menunjukkan tren positif. Nilai tukar petani (NTP) tercatat mencapai 124,36, melampaui target 110 yang ditetapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. "Ini tertinggi dalam sejarah. Total kenaikan untuk padi saja pendapatan petani Rp 120 triliun," ujarnya.

Amran turut melaporkan peningkatan produksi beras nasional yang mencapai 4,17 juta ton sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Insya Allah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan, dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari (2026)," kata Amran.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |