BNPB Siapkan OMC Luruhkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

8 hours ago 21

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang tersebar di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung. Pelaksanaan OMC menunggu kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan karena abu vulkanik masih berdampak terhadap aktivitas sejumlah bandara.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, OMC akan dilakukan setelah kondisi lebih kondusif, sementara pesawat untuk operasi tersebut telah disiapkan di Pondok Cabe. “Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe,” kata dia, Senin (7/9/2026).

Suharyanto menjelaskan, OMC merupakan salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer melalui pembentukan atau penyemaian hujan. Selain penyemaian awan, BNPB menyiapkan teknik water mist untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

Menurut Suharyanto, pelaksanaan OMC tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan karena abu vulkanik masih berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara masih ditutup atau mengalami gangguan operasional sebagai langkah antisipasi terhadap risiko material vulkanik.

Menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, BNPB telah melakukan koordinasi secara daring dengan BPBD di wilayah terdampak abu vulkanik untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat dan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujarnya.

BNPB juga mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk memantau langsung situasi masyarakat serta memastikan kesiapan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik.

Suharyanto meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan perangkat penanggulangan bencana, termasuk sistem peringatan dini seperti sirine, tempat evakuasi, rencana kontingensi, serta ketersediaan stok pangan dan kebutuhan dasar yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.“Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” katanya.

Hingga saat ini, Suharyanto menyatakan, belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana. Namun, BNPB akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |