Dari Balik Lapas Wonogiri, WBP Belajar Bikin Bros hingga Disiapkan Punya Penghasilan Setelah Bebas

5 hours ago 12
LapasPraktik pembuatan bros di Lapas Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Enam warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Wonogiri belajar membuat bros. Di balik kegiatan sederhana tersebut, ada target yang lebih besar: membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Pelatihan pembuatan bros digelar di Aula Lapas Wonogiri, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program pendidikan Kejar Paket B dan C yang diselenggarakan Lapas Wonogiri bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonogiri.

Enam peserta mengikuti pelatihan secara langsung bersama Retno selaku pelatih. Mereka mempelajari proses pembuatan bros dari awal hingga selesai, mulai dari mengenal bahan dan alat, teknik merangkai, hingga tahap finishing.

Produk yang dihasilkan tidak hanya dituntut rapi dan memiliki nilai guna. Peserta juga diperkenalkan pada keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai jual.

Bagi warga binaan, kemampuan tersebut memiliki arti lebih panjang. Ketika masa pidana selesai, keterampilan membuat kerajinan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh penghasilan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada orang lain.

Salah satu peserta, WBP berinisial BR, mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Ia sebelumnya belum mengetahui cara membuat bros.

“Saya senang bisa mengikuti latihan membuat bros ini. Awalnya saya belum tahu cara membuatnya, tetapi setelah diajari Bu Retno saya jadi lebih paham,” ungkap BR.

Ia berharap kemampuan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat terus dikembangkan hingga masa pidananya selesai.

“Semoga keterampilan ini bisa terus saya latih dan nantinya bisa menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” lanjutnya.

Dari sisi ekonomi, pelatihan keterampilan seperti ini dapat membuka peluang bagi WBP untuk menghasilkan produk sendiri. Bros relatif mudah dikembangkan dalam berbagai model dan dapat dipasarkan sebagai aksesori, suvenir maupun produk kerajinan.

Jika ditekuni, keterampilan tersebut juga bisa berkembang menjadi usaha rumahan. WBP dapat memproduksi secara mandiri, bekerja sama dengan keluarga, atau mengembangkan pemasaran melalui jaringan usaha kecil setelah kembali ke masyarakat.

Dengan demikian, pembinaan keterampilan tidak hanya berdampak pada kemampuan teknis peserta, tetapi juga berpotensi memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan.

Lapas Wonogiri bersama SKB Wonogiri memberikan ruang bagi WBP untuk mendapatkan pendidikan sekaligus keterampilan praktis. Pendekatan tersebut penting karena proses kembali ke masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar penyelesaian masa pidana.

WBP juga membutuhkan bekal untuk membangun kehidupan baru, termasuk kemampuan mencari penghasilan secara legal dan produktif.

Keterampilan membuat bros menjadi salah satu pilihan. Produk sederhana yang dibuat dengan tangan tersebut dapat menjadi titik awal untuk belajar tentang produksi, kreativitas, kualitas barang hingga peluang pemasaran.

Dampaknya tidak hanya dapat dirasakan oleh warga binaan. Jika keterampilan berkembang menjadi usaha, aktivitas ekonomi tersebut berpotensi melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar, mulai dari penyediaan bahan, proses produksi hingga pemasaran.

Karena itu, pelatihan keterampilan bagi WBP dapat dilihat sebagai bagian dari investasi sosial. Semakin banyak kemampuan produktif yang dimiliki warga binaan, semakin besar pula peluang mereka membangun kehidupan mandiri setelah bebas.

Lapas Wonogiri diharapkan dapat terus mengembangkan pelatihan serupa dengan berbagai jenis keterampilan lain yang memiliki nilai ekonomi dan sesuai kebutuhan pasar.

Bagi enam WBP yang mengikuti pelatihan kali ini, sebuah bros mungkin terlihat sebagai produk sederhana. Namun, jika keterampilan tersebut terus diasah dan dikembangkan, benda kecil itu bisa menjadi awal dari peluang usaha dan sumber penghasilan baru setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |