8000hoki Data Demo server Slots Gacor Terpercaya Gampang Lancar Menang Full Banyak
hoki kilat Pusat Agen server Slots Gacor Japan Terpercaya Sering Jackpot Full Non Stop
1000 Hoki Online List Agen website Slots Gacor Philippines Terkini Mudah Menang Non Stop
5000 hoki Demo web Slot Maxwin Terbaik Gampang Jackpot Online
7000 Hoki Online List Daftar website Slots Maxwin Indonesia Terbaik Pasti Lancar Jackpot Setiap Hari
9000 hoki Situs web Slots Maxwin Indonesia Terbaik Sering Win Non Stop
Akun situs Slot Maxwin Indonesia Terbaik Mudah Lancar Win Full Online
Idagent138 login Akun Slot Anti Rungkat
Luckygaming138 Daftar Akun Slot Game
Adugaming login Slot Maxwin Online
kiss69 login Akun Slot Terpercaya
Agent188 Akun Slot Gacor
Moto128 Akun Slot Gacor Online
Betplay138 Daftar Id Slot Game Online
Letsbet77 Id Slot Game
Portbet88 Slot Anti Rungkat Terbaik
Jfgaming Daftar Id Slot Anti Rungkad
MasterGaming138 Daftar Akun Slot Anti Rungkat Terpercaya
Adagaming168 Slot Game Online
Kingbet189 Daftar Slot Maxwin
Summer138 Daftar Akun Slot Gacor Terbaik
Evorabid77 Daftar Slot Game Online
TEMPO.CO, Jakarta - Di kamp pengungsi Khan Younis, Gaza selatan, para ibu Palestina tengah menyiapkan Kaak, kue tradisional Idul Fitri, dengan harapan bisa sedikit menghibur anak-anak mereka. Ini dilakukan meski serangan militer Israel kembali berlanjut sejak 18 Maret 2025.
Di tengah duka mendalam, kehancuran, serta kehilangan rumah dan orang-orang tercinta, para ibu berusaha menciptakan momen kebahagiaan sekecil apa pun bagi anak-anak mereka. Mereka mencoba melindungi buah hati mereka dari kesulitan yang semakin parah akibat penutupan perbatasan oleh Israel.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tahun ini, Idul Fitri -- hari raya yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan -- dirayakan saat Gaza berada dalam kondisi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang semakin parah, seiring dengan meningkatnya serangan Israel.
Idul Fitri merupakan salah satu dari dua hari raya besar dalam Islam, selain Idul Adha. Warga Gaza dan Palestina merayakan Idul Fitri tahun ini pada Ahad 30 Maret 2025.
Sejak 2 Maret 2025, Israel telah memberlakukan blokade total di Jalur Gaza dengan menutup seluruh perbatasan dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, medis, serta logistik darurat.
Pasar-pasar nyaris kosong, sementara harga barang yang tersisa melambung tinggi, membuat warga Palestina --yang semakin terpuruk akibat perang -- kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Pekan lalu, Kantor Media Pemerintah Gaza mengumumkan bahwa wilayah itu telah memasuki fase pertama kelaparan akibat blokade yang berkepanjangan serta terhambatnya akses bantuan penyelamatan jiwa.
Di tengah keterbatasan, Kawthar Hussein duduk di samping tungku tanah di sudut tempat pengungsian, berusaha menyalakan api untuk memanggang kue Idul Fitri, sementara artileri Israel terus membombardir wilayah sekitarnya di Jalur Gaza.
Karena blokade menghambat akses ke gas untuk memasak, para perempuan di sana terpaksa menggunakan kardus dan kayu bakar untuk memasak, sebuah proses yang melelahkan dan memakan waktu.
Meski asap memenuhi udara, Hussein tetap telaten menyusun adonan kue di atas nampan sebelum dipanggang.
"Suasana di sini sangat menyedihkan. Kami kehilangan banyak saudara dan orang-orang yang kami cintai, serta menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat berat," ujarnya.
"Kami adalah bangsa yang mencintai kehidupan. Kami tidak ingin anak-anak kami hidup dalam kekurangan. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka, meskipun hanya sedikit," kata Hussein kepada Anadolu pada Sabtu.
Sebelum perang, ia biasa membuat sekitar 9 kilogram kue untuk Idul Fitri. Namun tahun ini, ia hanya mampu membuat 1 kilogram, sekadar untuk memberikan sedikit kebahagiaan bagi anak-anak yang terkena dampak perang.
Meski duka menyelimuti, ia meyakini bahwa merayakan Idul Fitri adalah salah satu "syiar Allah yang harus dihidupkan kembali."
Secercah Kebahagiaan di Tengah Perang
Umm Mohammed, salah seorang ibu Palestina, juga berusaha menghadirkan suasana Idul Fitri bagi anak dan cucunya dengan membuat kue untuk mereka.
"Kami berhasil membuat sedikit kue agar anak-anak bisa merasakan kembali ritual Idul Fitri yang mereka lewatkan di tengah genosida ini," ujarnya kepada Anadolu.
"Kesedihan menyelimuti mereka. Kami mencoba menghibur anak-anak dengan memberikan satu kue untuk masing-masing anak. Itu saja yang bisa kami lakukan," tambahnya.
Pada 18 Maret, tentara Israel melancarkan serangan udara mendadak ke Gaza, menewaskan 896 orang dan melukai hampir 2.000 lainnya, mengakhiri gencatan senjata serta kesepakatan pertukaran tahanan.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah merenggut nyawa lebih dari 50.200 warga Palestina -- sebagian besar perempuan dan anak-anak -- serta melukai lebih dari 114.000 orang, menurut otoritas kesehatan setempat.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant November lalu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang yang mereka lancarkan di wilayah tersebut.