Kecelakaan Kerata Api (KA) 245 Majapahit relasi Malang–Pasarsenen di perlintasan sebidang resmi tak terjaga JPL 155 Km 94+740, petak jalan Kalioso–Salem, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Selasa (8/9/2026) Pukul 00:30 Wib. || Huri YantoSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil Grand Max bermuatan Nangka mentah yang akan dijual ke pasar dengan kereta api (KA) Majapahit terjadi di perlintasan rel Kalijambe Sragen pada Selasa (8/9/2026) kurang lebih Pukul 00:30 Wib
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Paryono, mobil Grand Max dengan nopol AD 8191 SM tersebut mengangkut muatan sayur nangka dan barang dagangan milik warga asal Jaten yang hendak menuju atau baru saja beraktivitas dari kawasan Pasar di Solo.
Paryono menuturkan bahwa insiden bermula saat mobil yang ditumpangi korban mengalami kemogokan dan diduga tidak kuat menanjak saat hendak melintasi perlintasan kereta api.
”Kejadiannya sekitar jam setengah satu Mobilnya dari arah timur mogok, pas mau nanjak, terus mogok di tengah rel kereta api lalu beberapa saat melintas kereta api dan terjadilah tabrakan tersebut,” ujar Paryono.
Diwawancarai di lokasi kejadian, Paryono, menuturkan kendaraan yang dikendarai oleh tetangganya tersebut sempat mengalami benturan di bagian depan. Meskipun sempat membuat panik warga di sekitar lokasi, beruntung insiden ini tidak memakan korban jiwa.
”Yang penting semuanya selamat, tidak ada korban (jiwa). Pengendaranya warga Jaten, masih tetangga satu dusun,” tambah Paryono.
Petugas di lokasi langsung melakukan penanganan dan evakuasi terhadap kendaraan agar tidak mengganggu jalur perlintasan kereta api serta arus lalu lintas di sekitar area tersebut.
Sementara itu, Ketua PSC 119 Kabupaten Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengonfirmasi kejadian tersebut berdasarkan laporan tim gabungan di lapangan. Korban teridentifikasi sebagai Mukiyanto (45), warga Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, dan Sriyatun (44), warga Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe.
“Kedua korban selamat karena sudah keluar dari mobil saat kendaraan tertemper kereta. Tidak mengalami luka fisik, namun mengalami syok,” ujar dr. Udayanti dalam laporan resminya, diterima awak media, Selasa 8 September dinihari.
Mukiyanto mengalami syok ringan. Sementara Sriyatun mengalami syok berat dan sempat pingsan.
Petugas gabungan SPGDT PSC 119 Sukowati, PSC 119 Puskesmas Kalijambe, dan Ambulans Abimanyu langsung mengevakuasi kedua korban ke IGD RSUD dr. Soeratno Gemolong untuk mendapatkan penanganan medis.
Penanganan di lokasi kejadian turut melibatkan personel gabungan dari TNI, POLRI, PT KAI, Redkar Sragen, Ambulans NU Gemolong, Relawan Gemolong, serta warga sekitar.
Sementara itu PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyayangkan masih terjadinya insiden kendaraan tertemper kereta api di perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa mobil pikap tersebut mogok di perlintasan saat KA Majapahit hendak melintas. Seluruh awak KA dan penumpang kereta api dinyatakan selamat serta aman, sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali pada pukul 23.50 WIB.
Penanganan kendaraan selanjutnya ditangani oleh Polsek setempat. Feni mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan perjalanan kereta api sesuai dengan ketentuan undang-undang.
“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman sebelum melintas, serta tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi bahaya tinggi. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ucap Feni dalam siaran persnya. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

















































