Ditempa Ala TNI di Lereng Lawu! Cara Ferdinand Sinaga Cetak Calon Bintang Timnas FS17FA Bikin Salut

15 hours ago 6
SepakbolaCharacter building FS17FA di Tawangmangu Karanganyar. Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjadi pesepak bola hebat ternyata tidak cukup hanya mengandalkan skill mengolah si kulit bundar. Mental baja, disiplin tinggi, karakter kuat, hingga kemampuan menghadapi tekanan menjadi modal yang tak kalah penting untuk menembus level tertinggi.

Filosofi itulah yang menjadi fondasi FS17 Football Academy (FS17FA) dalam membina para pemain muda. Selama tiga hari penuh, mulai 23 hingga 25 Juni 2026, puluhan siswa usia 12 sampai 16 tahun digembleng dalam program Character Building di kawasan sejuk Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Bukan sekadar menjalani latihan sepak bola seperti biasanya, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan latihan fisik, penguatan mental, pendidikan karakter, hingga kebersamaan yang dirancang untuk membentuk pribadi tangguh di dalam maupun di luar lapangan.

Sejak hari pertama, para pemain langsung dihadapkan pada berbagai aktivitas fisik yang menuntut kekompakan, disiplin, dan kerja sama tim. Setiap tantangan harus diselesaikan bersama sehingga rasa saling percaya dan kepedulian antarpemain terus tumbuh.

Memasuki malam hari, suasana berubah lebih hangat melalui kegiatan kebersamaan dalam acara bebakaran. Meski berlangsung santai, seluruh kegiatan tetap berjalan tertib di bawah arahan instruktur pembinaan karakter dari TNI, sehingga nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepemimpinan tetap menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas.

Hari kedua menjadi tantangan yang lebih lengkap. Selain latihan fisik, peserta mendapatkan latihan teknik di lapangan sepak bola yang dipadukan dengan pembinaan mental. Malam harinya, mereka diajak melakukan refleksi diri sekaligus menerima materi mengenai ketahanan mental.

Pembinaan tersebut bertujuan membentuk keberanian mengambil keputusan, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan menghadapi tekanan pertandingan, hingga membangun mental pantang menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.

Hari ketiga tetap diisi aktivitas fisik. Namun suasana yang tercipta semakin terasa akrab. Selama tiga hari hidup bersama, para pemain, pelatih, dan pendamping membangun hubungan layaknya keluarga besar. Kebersamaan itu menjadi bekal penting dalam membangun chemistry yang nantinya sangat dibutuhkan ketika bertanding di lapangan.

Manajer FS17 Football Academy, Aghie Veronicca, menegaskan bahwa pembentukan karakter merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses mencetak pesepak bola muda berkualitas.

“Pemain sebagus apa pun tidak akan bermain baik jika mentalnya tidak ditempa. Karena itu, kami ingin anak-anak tidak hanya berkembang secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan mental yang kuat,” ujarnya melalui rilis yang diterima media ini, Jumat (26/6/2026).

Pernyataan tersebut sejalan dengan visi pelatih utama sekaligus pendiri FS17 Football Academy, Ferdinand Sinaga, mantan pemain Tim Nasional Indonesia yang selama ini dikenal memiliki karakter kuat di atas lapangan.

Menurut Ferdinand Sinaga, akademi yang dibangunnya tidak hanya mengejar prestasi atau kemenangan semata, tetapi juga berusaha membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami ingin membentuk pemain yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas. Karakter yang kuat akan menjadi bekal mereka, baik saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ferdinand Sinaga.

Program Character Building ini menjadi salah satu bentuk keseriusan FS17 Football Academy dalam membangun fondasi pemain usia dini. Harapannya, para peserta tidak hanya tumbuh menjadi atlet berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang berintegritas, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Semangat para peserta pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satunya datang dari Azka, peserta berusia 14 tahun yang mengaku menikmati seluruh rangkaian aktivitas meski harus menjalani latihan yang cukup berat.

“Kegiatannya ketat, tapi seru dan bikin tambah kompak sama teman-teman,” ujar Azka.

Melalui program ini, FS17 Football Academy menunjukkan bahwa proses melahirkan pesepak bola masa depan dimulai dari pembentukan karakter. Sebab, pemain dengan teknik hebat akan jauh lebih sempurna ketika dibekali mental juara, disiplin tinggi, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah.

Jika pembinaan seperti ini terus dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin dari lereng Gunung Lawu akan lahir generasi baru pesepak bola Indonesia yang siap bersaing di level nasional hingga internasional. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |