Keren! Mahasiswa UNM Sabet Juara Nasional Lewat Inovasi Blockchain untuk Bank Sampah

7 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa bertajuk "Triple A"  meraih Juara 3 Kategori UI/UX Design pada Kompetisi Nasional IndoCEISS 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IndoCEISS 2026. 

Kompetisi berlangsung Selasa, 30 Juni 2026, sementara pengumuman pemenang dilakukan Jumat (10/7/2026).

Prestasi ini diraih melalui karya inovatif bertajuk "EcoSync – Platform Pengolahan Limbah Menjadi Nilai Tambah Berbasis Blockchain", solusi digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah dan bank sampah yang lebih transparan, akuntabel, serta bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Tim Triple A terdiri atas Afra Nur Rafifah dan Aqil Syafiq Ramadhan dari Program Studi Informatika, serta Muhammad Ahsan Rizqi dari Program Studi Sistem Informasi. 

Mereka berhasil mengungguli puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui konsep yang menggabungkan inovasi teknologi dengan kepedulian terhadap isu lingkungan.

Dalam kategori UI/UX Design, peserta ditantang merancang antarmuka digital yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah digunakan, aksesibel, dan mampu memberikan solusi atas persoalan nyata di masyarakat. 

EcoSync dinilai unggul karena menghadirkan user journey yang intuitif, visualisasi data yang informatif, serta pendekatan human-centered design yang berorientasi pada kebutuhan pengguna dalam pengelolaan limbah.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNM, Dr Anton, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis proyek dan inovasi di lingkungan kampus.

“Prestasi Tim Triple A menjadi bukti mahasiswa UNM mampu menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,’’ ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Sebagai Kampus Digital Bisnis, kata dia, UNM  terus mendorong mahasiswa berpikir inovatif, kolaboratif, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai guna serta daya saing di tingkat nasional maupun internasasional. 

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem akademik yang mendukung mahasiswa mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran berbasis proyek, pendampingan dosen, pemanfaatan laboratorium terintegrasi, serta berbagai program pengembangan soft skills yang selaras dengan kebutuhan industri digital.

“Kolaborasi mahasiswa Program Studi Informatika dan Sistem Informasi juga menunjukkan inovasi terbaik lahir dari sinergi lintas disiplin. Perpaduan kemampuan teknis, analisis sistem, serta desain pengalaman pengguna menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan EcoSync sebagai solusi berbasis teknologi yang berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Ia menyampaikan, prestasi ini semakin mempertegas komitmen UNM  mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang menjawab tantangan nyata di era transformasi digital. 

“Keberhasilan Tim Triple A di IndoCEISS 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater melalui kompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |