REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perjalanan menuju pendidikan tinggi tidak selalu berjalan lurus. Bagi sebagian mahasiswa, kuliah harus ditempuh sambil bekerja, membantu keluarga, atau menjadi orang pertama di keluarganya yang mengenyam pendidikan tinggi.
Kisah tersebut tergambar dalam perjalanan mahasiswa Kalbis University di Jakarta dan Horizon University di Karawang yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Triputra Persada Horizon Education. Salah satunya adalah Dinda, mahasiswa program Kelas Karyawan Kalbis University. Ia sempat menghentikan pendidikan untuk membantu keluarganya setelah melihat ayahnya yang hidup dengan disabilitas bekerja sebagai pengemudi.
Setelah empat tahun bekerja, Dinda kembali melanjutkan pendidikan. Ia memilih program Kelas Karyawan agar dapat menempuh pendidikan di bidang Manajemen Bisnis sambil tetap bekerja penuh waktu di Jakarta.
“Dulu saya berpikir bahwa kuliah dan bekerja tidak mungkin dilakukan secara bersamaan. Program Kelas Karyawan Kalbis membuktikan bahwa anggapan saya salah. Saya bisa tetap mengembangkan karier sekaligus meraih gelar tanpa harus memilih salah satunya,” ujar Dinda, dikutip dari siaran pers, Jumat (18/9/2026).
Cerita serupa datang dari Farras, lulusan Keperawatan Horizon University. Ia menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana. Bagi ibunya, Yayah, pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan gelar yang diperoleh anaknya, tetapi juga dukungan yang diterima selama menjalani pendidikan.
Kisah Dinda dan Farras menunjukkan bahwa akses dan dukungan menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi. Kondisi ekonomi, pekerjaan, maupun tanggung jawab keluarga tidak selalu dapat dipisahkan dari kehidupan mereka sebagai mahasiswa.
Country Head PHINMA Education untuk Indonesia, Dr Raymundo P Reyes, mengatakan setiap mahasiswa memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda. Karena itu, menurut dia, sistem pendidikan perlu mempertimbangkan kehidupan mahasiswa di luar ruang kelas.
“Setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang merupakan profesional yang bekerja, ada yang menjadi orang pertama di keluarganya yang menempuh pendidikan tinggi, dan banyak pula yang harus membagi waktu antara kuliah dan tanggung jawab keluarga,” ujarnya.
Ia mengatakan pendidikan tinggi perlu dapat beradaptasi dengan kondisi mahasiswa sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai tujuan masing-masing.
Saat ini, Horizon Education mengelola Horizon University di Karawang dan Kalbis University di Jakarta dengan jumlah mahasiswa secara keseluruhan lebih dari 3.500 orang. Di Kalbis University, jumlah mahasiswa baru disebut meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak berada di bawah pengelolaan Horizon Education pada 2024. Pilihan program studinya mencakup bidang bisnis, teknologi, komunikasi, psikologi, desain, pariwisata, serta sejumlah program baru seperti Keperawatan, Kebidanan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Sementara di Horizon University, jumlah mahasiswa disebut hampir tiga kali lipat dalam enam tahun terakhir hingga mendekati 3.000 mahasiswa. Kampus tersebut melayani kawasan Purwasukasi yang mencakup Purwakarta, Subang, dan Kabupaten Bekasi. Horizon University juga mencatat tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi 2026 untuk Program Profesi Ners. Tingkat kelulusan 100 persen juga dipertahankan pada D3 Kebidanan selama empat tahun berturut-turut dan D3 Keperawatan selama tiga tahun berturut-turut.
Selain program akademik, kedua universitas menjalankan Global Workplace English Program yang dirancang untuk membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri melalui pembelajaran aktif, coaching, dan pendampingan.

2 hours ago
8















































