Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) memaparkan kemajuan inovasi media psikoedukasi digital bertajuk MEMORion+ pada ajang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa PKM (PKP2) 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) memaparkan kemajuan inovasi media psikoedukasi digital bertajuk MEMORion+ pada ajang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa PKM (PKP2) 2026. Forum evaluasi nasional ini diselenggarakan secara daring oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Rabu (16/9/2026).
MEMORion+ dirancang khusus sebagai gim stimulasi kognitif interaktif bagi anak dengan karakteristik Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) usia 8 hingga 12 tahun. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis mendukung penuh pengembangan purwarupa berbasis Godot Engine ini yang pengerjaan fisik dan administratifnya telah mencapai 95 persen.
Inovasi ini mengintegrasikan penjelajahan motorik tiga dimensi serta dialog naratif dua dimensi. Gim ini dilengkapi algoritma Levenshtein Distance dan Natural Language Processing untuk mentoleransi kesalahan pengetikan, visual rendah sensorik, hingga audio relaksasi frekuensi Solfeggio 528 Hz guna menjaga fokus anak.
Tim pengembang terdiri dari Dini Fitriyah Herti dan Guntur Surawijaya dari Prodi Sains Data, serta Rivky Putra Setiawan dan Rizki Rasdiwiyanto dari Prodi Informatika. Kelayakan gim ini juga telah diuji oleh pakar psikologi klinis Adzillah Izmi Syahidah, M.Psi., Psikolog, dengan tingkat relevansi materi mencapai 99,75 persen.
Ketua Tim MEMORion+, Dini Fitriyah Herti, bersyukur atas kelancaran presentasi di hadapan dewan penilai dan apresiasi positif yang diterima timnya.
“Kami merancang MEMORion+ agar dapat meminimalkan kecemasan performa dan frustrasi kognitif pada anak ADHD saat bermain. Keberhasilan mencapai progres 95 persen ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus menyempurnakan gim ini hingga siap digunakan secara luas,” kata Dini, dalam rilis yang diterima, pada Kamis (17/9).
Dosen Pendamping, Taopik Hidayat, turut mengapresiasi kolaborasi lintas program studi mahasiswa bimbingannya yang mampu memadukan aspek teknis dan validitas klinis secara solid.
“Pengembangan MEMORion+ tidak hanya unggul secara teknis dan kognitif, tetapi juga telah teruji secara klinis melalui pakar psikologi. Kami akan mendampingi tim untuk menuntaskan sisa target dan publikasi luaran menuju tahap PIMNAS 2026,” katanya.
Capaian tim ini makin lengkap dengan keberhasilan publikasi di media sosial yang telah menjangkau puluhan ribu impresi penayangan. Melalui inovasi teknologi yang inklusif ini, mahasiswa UNM membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi digital yang berdampak nyata bagi masyarakat.

7 hours ago
17















































