Peningkatan Keterampilan Petani Kakao Didorong untuk Perkuat Kesejahteraan

4 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Syngenta Indonesia mendorong peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani kakao sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas serta kesejahteraan petani. Upaya tersebut dilakukan melalui Festival Kakao Tangguh 2026 yang digelar di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Festival Kakao Tangguh berlangsung pada 15-16 September 2026 dengan melibatkan lebih dari 300 petani dan 50 penyuluh pertanian dari Kolaka Utara dan wilayah sekitarnya. Kegiatan tersebut melanjutkan inisiatif Cacao Care 2025 dengan memberikan edukasi mengenai optimalisasi penyerbukan, keanekaragaman hayati, polinator, dan praktik budidaya kakao berkelanjutan.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam mendorong praktik budidaya yang dapat mendukung produktivitas kakao dalam jangka panjang.

“Syngenta terus membersamai petani dalam mendorong praktik berkelanjutan yang dapat mendukung produktivitas tanaman kakao. Festival Kakao Tangguh mencerminkan semangat Petani MAJU Syngenta untuk membangun kolaborasi dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang, khususnya bagi pertanian kakao,” ujar Eryanto, dikutip Jumat (18/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Syngenta bersama Universitas Halu Oleo memberikan pelatihan mengenai penyerbuk bunga kakao, serangga bermanfaat, serta pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem perkebunan kakao. Pengetahuan tersebut diarahkan untuk membantu petani memahami peran polinator dan mendukung penyerbukan alami tanaman kakao.

Dosen Universitas Halu Oleo, Awaluddin mengapresiasi kolaborasi tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan kepada petani mengenai keanekaragaman hayati dalam budidaya kakao.

“Kami menghargai komitmen Syngenta dalam meningkatkan kesadaran petani kakao terhadap pentingnya keanekaragaman hayati dalam budidaya kakao. Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Selain penyerbukan dan keanekaragaman hayati, petani juga diperkenalkan pada pendekatan agroforestri yang mengombinasikan tanaman kakao dengan tanaman lainnya. Pendekatan tersebut dapat mendukung keanekaragaman hayati sekaligus membuka peluang nilai ekonomi tambahan melalui pemilihan tanaman yang sesuai untuk dikombinasikan dengan kakao.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara Kamal Mustafah mengatakan peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani dapat memberikan manfaat bagi produktivitas serta kesejahteraan petani kakao.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi langkah Syngenta dalam mendukung petani kakao. Peningkatan keterampilan dan pengetahuan untuk mendukung produktivitas sangat bermanfaat bagi petani maupun para pihak terkait. Saya berharap pertanian kakao akan terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan semakin banyak petani kakao yang dapat meningkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya.

Kolaborasi Syngenta Indonesia dan Universitas Halu Oleo dengan dukungan pemangku kepentingan daerah menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian kakao yang lebih produktif dan berkelanjutan. Edukasi dan penerapan praktik budidaya yang ramah terhadap ekosistem diharapkan membantu petani menghadapi tantangan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor kakao.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |