Pemesanan Obligasi Sosial BTN Tembus Rp2,9 Triliun, Penerbitan Jadi Rp2 Triliun

7 hours ago 15

Peminat Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 mencapai Rp2,9 triliun selama masa bookbuilding. Nilai tersebut mencapai 2,9 kali dari target awal penerbitan sebesar Rp1 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peminat Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 mencapai Rp2,9 triliun selama masa bookbuilding. Nilai tersebut mencapai 2,9 kali dari target awal penerbitan sebesar Rp1 triliun.

Tingginya permintaan membuat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan final size penerbitan menjadi Rp2 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A sebesar Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan Seri B sebesar Rp1,05 triliun dengan tenor tiga tahun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan tingginya permintaan mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN sekaligus perhatian terhadap instrumen pembiayaan yang memberikan manfaat sosial.

“Minat yang masuk mencapai Rp2,9 triliun dari target awal Rp1 triliun, sehingga kami menetapkan final size penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2 triliun. Bagi kami, respon positif ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN, tetapi juga menunjukkan semakin pentingnya pembiayaan yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” ujar Nixon, Jumat (18/9/2026).

BTN menawarkan kupon 7,05 persen untuk obligasi Seri A dengan tenor 370 hari. Sementara itu, Seri B dengan tenor tiga tahun menawarkan kupon 7,25 persen.

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk membiayai proyek yang memiliki dampak sosial, termasuk penyediaan perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pembangunan infrastruktur dasar pendukung perumahan rakyat, serta pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dana tersebut juga dapat digunakan untuk berbagai program yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Social Bond ini menjadi bagian dari perjalanan BTN dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui dana yang dihimpun, kami ingin memastikan bahwa pembiayaan yang kami salurkan dapat berkontribusi terhadap akses perumahan, inklusi ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Nixon.

Masa bookbuilding berlangsung pada 1–14 September 2026. BTN menargetkan penerbitan sekaligus penerimaan dana hasil penerbitan pada 6 Oktober 2026.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |