JAKSA menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing, sebagai tersangka baru dugaan korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti yang cukup,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaiman Nahdi di kantornya, Kamis, 18 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Syarief menjelaskan Glory diduga berkongkalikong dengan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang lebih dulu ditetapkan jadi tersangka. Glory dan Dadan sudah mengenal satu sama lain.
Setelah Dadan ditunjuk jadi Kepala BGN, ia meminta Glory menjadi salah satu mitra program MBG. Dadan pun memberikan akses kepada Glory untuk memperoleh sejumlah titik pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mengabaikan aturan yang ada.
Glory kemudian memperjualbelikan titik-titik SPPG yang ia peroleh, termasuk yang berada di bawah pengelolaan Indonesia Food Security Review. Sebagai mitra BGN, Glory tidak hanya memegang satu yayasan.
Glory secara berkala menyetor duit ke Dadan baik dalam mata uang rupiah atau asing secara tunai. “Bersumber dari mitra-mitra MBG yang meminta bantuan kepada GHS agar menjadi Mitra MBG,” kata Syarief. Perihal jumlah setoran, Syarief belum bisa membeberkan karena masih dilakukan penghitungan.
Lokasi pendirian SPPG yang sudah dipegang Glory kemudian dijual dengan tarif puluhan juta sampai ratusan juta. Ada yang dijual dengan harga Rp 100 juta.
Jaksa menjerat Glory dengan Pasal 12 huruf a huruf b dan huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 20 huruf a atau c dan Pasal 606 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Juncto Pasal 20 huruf a atau c KUHP.
Penyidik menahan Glory selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Ia menjadi tersangka keenam setelah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri, dan Andri Mulyono.
Dikutip dari Antara, Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) pernah menerbitkan buku berjudul “Strategi IFSR dalam Akselerasi Implementasi 32.000 SPPG & 82 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Co-founder yayasan ini adalah kader Partai Gerindra, Dirgayuza Setiawan, yang kini menjadi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Peluncuran buku ini dilakukan pada 9 Mei 2025. Buku tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana. Dadan juga memberikan kata pengantar dalam buku ini.
Sementara, Dalam laporan Indonesia Corruption Watch berjudul "Ada Siapa di Balik MBG?" Yayasan Indonesia Food Security masuk dalam daftar yayasan yang terafiliasi dengan Relawan Muda Prabowo-Gibran, Balai Dewan Pakar Prabowo, dan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
Pembina dari yayasan tersebut adalah Hanief Adrian yang merupakan Sekretaris Jenderal Relawan Muda Prabowo-Gibran (RMPG). Dalam laporan itu juga disebutkan, Glory merupakan koordinator Balai Dewan Pakar Prabowo.
Mengutip dari laman BGN, yayasan yang dikelola Glory tersebut memiliki sejumlah dapur MBG antara lain di Jalan Ki Hajar Dewantara Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan; Jalan Godean, Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman, DIY; Jalan Surami, Mantrijeron, Yogyakarta; Jalan M Bakri, Singajaya Jonggol, Bogor; hingga di Karawang.
















































