Ekosistem Affiliate Buka Peluang Pasar dan Pendapatan bagi UMKM Banjar

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR — Ekosistem affiliate dinilai membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus memperluas akses pasar UMKM di Kota Banjar. Hal tersebut didorong melalui kolaborasi Makaroni Eneng (Menengs) bersama afiliator nasional Katabroto. Menengs dan Katabroto mendorong transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan affiliate marketing.

Bersama afiliator nasional Katabroto, Menengs menggelar Workshop Affiliate & Partnership yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di RM Selma, Kota Banjar, Ahad (26/7/2026), menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemasaran digital sekaligus membuka peluang penghasilan melalui ekosistem affiliate.

Sekitar 75 persen peserta workshop merupakan warga yang berdomisili di Kota Banjar. Sementara peserta lainnya datang dari sejumlah daerah, antara lain Jakarta, Bandung, Bekasi hingga Jawa Tengah.

Owner Menengs, Fatimah Azzahra, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan produk Menengs, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk.

“Dari 150 peserta, sekitar 75 persennya merupakan warga yang berdomisili di Kota Banjar. Diharapkan melalui pelatihan affiliate ini, masyarakat semakin memahami pemasaran secara online dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan melalui komisi dari penjualan produk,” ujar Fatimah dalam keterangan, Senin (21/9/2026).

Menurut Fatimah, kolaborasi antara Menengs, Katabroto, afiliator, HIPMI, serta pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pemasaran produk-produk lokal Banjar ke pasar yang lebih luas.

Tidak hanya produk Menengs, ekosistem affiliate juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM khas Banjar kepada konsumen di luar daerah, bahkan membuka peluang untuk menjangkau pasar nasional.

“Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen Menengs dalam mendorong transformasi ekonomi daerah menuju era digital yang berdaya saing. Di tengah tantangan ekonomi, pemasaran online bisa menjadi salah satu alternatif bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen di luar Kota Banjar,” katanya.

Sementara itu, sosok yang menjadi mentor dalam kegiatan tersebut, Katabroto atau Hendra Permana Putra, membawa pengalaman personal dalam membangun penghasilan melalui ekosistem digital. Lahir dan besar di Lampung hingga menyelesaikan pendidikan SMP, Hendra kemudian melanjutkan SMA di Sukabumi sebelum merantau ke Jakarta untuk bekerja dan membangun keluarga. 

Perjalanan karier Hendra tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah bekerja di sektor ritel, kemudian mencoba membangun usaha sendiri hingga menghadapi kebangkrutan. Untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarga, Hendra sempat bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Perubahan terjadi setelah ia pindah ke Bogor dan mulai mengenal dunia content creator serta affiliate marketing.

Sekitar 11 bulan terakhir, Hendra menekuni dunia affiliate dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam perjalanan ekonominya. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat, khususnya mereka yang ingin mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan peluang pendapatan tambahan.

“Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, baik afiliator maupun seller. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memahami strategi dan mengikuti aturan dalam berjualan sebagai affiliator,” ujar Katabroto.

Menurutnya, affiliate marketing dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai aktivitas pemasaran digital dengan hambatan modal yang relatif lebih rendah. Namun, keberhasilan tetap membutuhkan proses, konsistensi, kemampuan membuat konten, serta pemahaman terhadap mekanisme dan aturan platform.

“Berstatus pengangguran pun bukan berarti tidak memiliki peluang. Dengan memanfaatkan handphone dan platform digital, seseorang bisa belajar membuat konten, mempromosikan produk dan memperoleh komisi dari penjualan. Tetapi semuanya tetap membutuhkan proses dan kerja keras,” katanya.

Kepala Bagian Perekonomian, Sumber Daya dan Pembangunan Setda Banjar, Neneng Widya Hastuti, mengapresiasi inisiatif Menengs yang menghadirkan edukasi affiliate kepada masyarakat.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |