IIM Surakarta Borong Podium Family Law Fair 4.0, Dua Angkatan Sekaligus Sabet Juara 1 dan 2 Jateng-DIY

3 hours ago 10
MahasiswaDua tim mahasiswa Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta berhasil menguasai dua posisi teratas dalam Family Law Fair 4.0 tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua tim mahasiswa Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta berhasil menguasai dua posisi teratas dalam Family Law Fair 4.0 tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bukan satu, dua delegasi IIM Surakarta sekaligus pulang membawa gelar Juara 1 dan Juara 2 dalam kompetisi yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam tersebut.

Family Law Fair 4.0 berlangsung Kamis, 17 September 2026, di Aula Gedung Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas wawasan di bidang Hukum Keluarga Islam.

IIM Surakarta menurunkan dua delegasi dari angkatan berbeda. Hasilnya cukup mencolok karena keduanya berhasil menempati dua posisi teratas.

✓ Delegasi Angkatan 2025 yang terdiri atas Fathimatuzzahro Fitriani, Balqis Zulfa Salsabila, dan Lutfi Abdillah Arkham meraih Juara 1.

✓ Delegasi Angkatan 2026 yang beranggotakan Abiyu Gaus Udayana, Indi, dan Ubaidah Al Lathiefah meraih Juara 2.

Dua gelar tersebut menjadi capaian penting bagi mahasiswa IIM Surakarta dalam kompetisi akademik tingkat regional. Lebih menarik lagi, prestasi itu diraih oleh mahasiswa dari dua angkatan berbeda.

Artinya, pengalaman berkompetisi tidak hanya datang dari mahasiswa tingkat atas. Mahasiswa angkatan yang lebih baru pun mampu tampil dan bersaing dalam ajang yang mempertemukan peserta dari berbagai kampus.

Bagi Fathimatuzzahro Fitriani, Family Law Fair 4.0 tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar gelar juara. Kompetisi tersebut memberinya pengalaman dalam mempersiapkan diri, membangun kerja sama tim, sekaligus bertukar wawasan dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

“Mengikuti Family Law Fair 4.0 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Kami belajar untuk mempersiapkan diri, bekerja sama, dan berani menyampaikan kemampuan yang kami miliki. Bertemu dengan mahasiswa dari berbagai kampus juga memberikan wawasan baru bagi kami. Yang paling penting, kegiatan ini mengajarkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk saling belajar dan berkembang,” ujar Fathimatuzzahro melalui rilis, Senin (21/9/2026).

Dosen Pembimbing delegasi IIM Surakarta, Aditya Fajri Kurnia Pradana, S.Sy., M.H., menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keberanian mahasiswa mengambil kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik di luar perkuliahan.

“Saya mengapresiasi seluruh mahasiswa yang telah berani mengikuti kompetisi ini. Juara 1 dan Juara 2 tentu menjadi capaian yang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah proses yang mereka lalui. Mereka belajar mempersiapkan diri, bekerja dalam tim, menghadapi peserta dari berbagai perguruan tinggi, dan mempertanggungjawabkan kemampuan yang dimiliki,” ungkap Aditya.

Menurutnya, mahasiswa Hukum Keluarga Islam perlu memiliki pengalaman yang lebih luas daripada hanya memahami teori di ruang kuliah. Kompetisi dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, argumentasi, kerja sama, hingga kepercayaan diri.

“Saya berharap capaian ini tidak berhenti pada sebuah piala. Jadikan pengalaman ini sebagai modal untuk mengikuti kompetisi dan forum akademik berikutnya. Mahasiswa harus terus berani mencoba, karena proses mengikuti kompetisi itu sendiri merupakan bagian dari pembelajaran. Prestasi yang diraih hari ini semoga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk ikut mengambil peluang yang sama,” lanjutnya.

Family Law Fair 4.0 mengusung tema “An Eternal Symphony: Unity in Diversity”. Tema tersebut sejalan dengan karakter kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang.

Selain menjadi arena adu kemampuan, kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk bertemu, bertukar pengalaman, membangun jejaring, sekaligus belajar memahami keberagaman dalam lingkungan akademik.

Bagi IIM Surakarta, keberhasilan meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam satu ajang yang sama menjadi tambahan catatan prestasi mahasiswa di tingkat Jawa Tengah dan DIY.

Dua podium tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa dari angkatan berbeda memiliki ruang yang sama untuk mengembangkan kemampuan, mengikuti kompetisi, dan membawa nama IIM Surakarta ke panggung akademik regional.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |