International Women's Day 2026, Give to Gain Versi Bos Uniqlo Indonesia

3 hours ago 9

CANTIKA.COM, Jakarta - Give To Gain merupakan tema Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day tahun 2026. Memberi dalam artian dukungan penuh untuk perempuan lainnya maupun diri sendiri agar bertumbuh menjadi versi terbaik. Lantas, hal terbaik apa yang pernah diberikan Corporate Affairs Director Uniqlo Indonesia, Irma Yunita untuk diri sendiri? Ruang menjadi diri sendiri adalah top of mind-nya.

"Hal terbaik, kalau dilihat dari konteks aku sebagai perempuan bekerja yang highly occupied adalah memberikan ruang buat aku menjadi diri sendiri," ujar Irma kepada Cantika di Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.

"Jadi, kalau kita ngomongin konsep me time, kembali ke diri sendiri, itu penting banget. Kalau enggak, saya tidak bisa tampil utuh sebagai leader di kantor, sebagai ibu dari anak-anak saya, istri,"tambahnya.

Mungkin terdengar klasik, tapi di mata Irma itu adalah salah satu kunci individu bisa berfungsi optimal. "Konsep kita harus utuh dulu supaya bisa berkontribusi optimal dengan pekerjaan yang kita sukai, orang-orang tersayang. Itu penting," ungkapnya.

Kunci Menjadi Pemimpin di Mid-Level

Pengalaman bekerja Irma sudah hampir tiga dekade. Selama hampir 17,5 tahun berkarier di industri telekomunikasi, kemudian beralih ke dunia retail. Terhitung sudah enam tahun, ia menjadi bagian keluarga besar Uniqlo. Dari perjalanan panjang kariernya, Irma mengatakan resilience dalam memimpin termasuk para leader di level menengah.

"Harus stay resillience karena dunia kerja itu tidak mudah, banyak sekali tantangannya. Dan, perempuan punya banyak peran. Jika kita tidak pintar menavigasi peran-peran tersebut, akhirnya kita tidak akan sukses," ungkapnya. 

Kunci lain yang dibagikan Irma adalah mencari mentor yang tepat. "Cobalah cari mentor yang cocok karena mentor itu bisa membantu perkembangan karier. Mereka kaya pengalaman, bisa mengajarkan hal-hal di luar textbook. Find a good one," tegasnya.

Kepemimpinan Inklusif

Sejumlah organisasi telah memiliki kebijakan Diversity, Equity & Inclusion (DEI), namun pendekatan interseksional menantang perusahaan untuk melangkah lebih jauh, Memahami bagaimana faktor seperti gender, usia, latar belakang pendidikan, dan kondisi sosial ekonomi saling memengaruhi pengalaman seseorang di tempat kerja.

Secara global, berbagai studi menunjukkan bahwa perusahaan dengan kepemimpinan yang lebih beragam dan inklusif cenderung memiliki tingkat inovasi dan kinerja yang lebih tinggi. Artinya, inklusi bukan sekadar isu sosial, tetapi strategi bisnis jangka panjang. Di Indonesia sendiri percakapan tentang kepemimpinan inklusif terus berkembang, meski masih menghadapi tantangan seperti budaya hierarkis dan bias tidak sadar.

Di situlah sensitivitas kepemimpinan menjadi sangat krusial, yakni kepekaan untuk mendengar, memahami kompleksitas, dan mengambil keputusan secara adil. Inilah esensi dari pendekatan interseksional.

(Kiri ke kanan) Wita Krisanti, Executive Director of IBCWE, Irma Yunita, Corporate Affairs Director Uniqlo Indonesia, Fetty Kwartati, Director PT Tara Naya Karsa, Retail Management Consulting, dan Rhaka Ghanisatria, Co-Founder, Menjadi Manusia.iskusi kepemimpinan inklusif bertajuk “Interseksionalitas: Menavigasi Berbagai Lapisan Hambatan dalam Kehidupan Profesional“ di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026. Foto: Uniqlo Indonesia

“Keberagaman bukan hanya soal representasi. Ini tentang apakah setiap orang benar-benar memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi secara autentik. Dalam industri ritel yang bergerak cepat, menjaga keseimbangan antara performa dan kepemimpinan inklusif memang menantang. Namun justru di situlah kualitas kepemimpinan diuji,” ucap Irma dalam diskusi kepemimpinan inklusif bertajuk “Interseksionalitas: Menavigasi Berbagai Lapisan Hambatan dalam Kehidupan Profesional".

Sebagai bagian dari perusahaan global, Uniqlo Indonesia mengacu pada standar perusahaan dalam menerapkan sistem evaluasi dan pengembangan karyawan yang berbasis kompetensi dan kinerja. Tak hanya itu, Uniqlo juga membuka akses pelatihan dan pengembangan kepemimpinan bagi berbagai level karyawan, termasuk perempuan dan talenta muda. Untuk mendukung lingkungan kerja yang saling menghargai, Uniqlo mendorong dialog terbuka antara manajemen dan karyawan. Dan terakhir, seluruh upaya tersebut dijalankan dengan mengacu pada standar global perusahaan yang menjunjung prinsip kesetaraan.

Pilihan Editor: Cara Bos JobStreet Indonesia Sawitri Memimpin Tim, Pentingnya Memberi Kesempatan

SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |