Konflik Meruncing, Gus Yahya Masih Ngaku Ketum PBNU

14 hours ago 17

Jakarta, CNN Indonesia --

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), baik secara de jure maupun de facto.

Hal ini disampaikan Gus Yahya merespon pernyataan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar yang menyebut dirinya bukan lagi ketua umum PBNU.

Gus Yahya menerangkan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, jabatan Ketua Umum PBNU hanya dapat diganti melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa, sehingga tidak bisa diberhentikan dengan mekanisme lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara de jure, berdasarkan AD/ART NU, saya tetap sebagai Ketua Umum PBNU dan tidak bisa diganti atau dimundurkan kecuali melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa," kata Gus Yahya seperti dikutip situs resmi NU, Minggu (30/11).

Disampaikan Gus Yahya, secara de facto dirinya juga masih menjalankan tugas-tugas sebagai Mandataris Muktamar Ke-34 NU di Lampung untuk masa khidmah 2021-2026/2027. Agenda program serta pelayanan organisasi PBNU tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Secara de facto saya tetap menjalankan tugas saya sebagai Mandataris Muktamar NU ke-34 di Lampung hingga tahun 2026/2027. Saya masih terus mengupayakan untuk menjalankan agenda dan khidmah PBNU demi kepentingan dan kemaslahatan jamaah dan jam'iyyah NU," ucap dia.

Gus Yahya menyebut dirinya terus mengusahakan penanganan atas dinamika internal dan turbulensi yang muncul dalam tubuh PBNU dalam beberapa hari terakhir.

Ia pun menegaskan upaya penyelesaian dilakukan dengan bimbingan para masyayikh serta melalui ikhtiar islah untuk menjaga persatuan organisasi.

"Selain itu saya juga terus mengupayakan penanganan permasalahan dan turbulensi yang terjadi di tubuh organisasi PBNU saat ini, dengan bimbingan dan arahan para masyayikh, termasuk mengikhtiarkan islah demi persatuan jamaah dan jam'iyyah NU," pungkasnya.

Sebelumnya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan Yahya Cholil Staquf bukan lagi ketua umum PBNU.

Hal itu disampaikan Miftach dalam silaturahmi Rais Aam PBNU dengan para Syuriah PBNU dan 36 PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (29/11).

Dalam pertemuan itu, Miftach menyebut terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai ketua umum PBNU.

"Sehingga [yahya] tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai ketua umum PBNU. Dan sejak saat itu kepemimpinan pengurus Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," ucapnya.

Miftach mengatakan pihaknya juga sudah mensosialisasikan hasil keputusan rapat Syuriah tentang pencopotan Gus Yahya, kepada 36 PWNU se-Indonesia. Dan semuanya sudah menerima hal itu.

(dis/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |