Korea Selatan akan Beri Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia

5 hours ago 7

CANTIKA.COM, Jakarta - Korea Selatan berencana memberikan fasilitas bebas visa bagi wisatawan Indonesia sebagai bagian dari strategi besar untuk menarik hingga 30 juta wisatawan internasional. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah ambisius pemerintah Korea dalam mendorong sektor pariwisata sekaligus memperluas daya tarik budaya Korea ke dunia.

Dilansir Korea Times, skema bebas visa ini akan diuji coba terlebih dahulu untuk wisatawan Indonesia yang bepergian dalam grup berisi minimal tiga orang. Selain itu, wisatawan dari Tiongkok dan sejumlah negara Asia Tenggara yang sebelumnya pernah mengunjungi Korea juga berpeluang mendapatkan visa masuk ganda lima tahun. Bahkan, penduduk dari kota-kota besar di kawasan tersebut dapat mengajukan visa jangka panjang hingga 10 tahun.

Tak hanya Indonesia, Korea Selatan juga berencana memperluas akses gerbang imigrasi otomatis bagi warga negara Uni Eropa. Saat ini, fasilitas tersebut sudah tersedia bagi pelancong dari 18 negara, termasuk Jepang, Singapura, dan Australia.

Kebijakan baru ini diumumkan dalam Pertemuan Strategi Pariwisata Nasional ke-11 pada Rabu, 25 Februari 2026. Pertemuan tersebut dipimpin Presiden Lee Jae Myung bersama Perdana Menteri Kim Min-seok, jajaran menteri dari 15 lembaga pemerintah, serta perwakilan industri pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Lee Jae Myung menegaskan bahwa pariwisata harus dipandang sebagai industri strategis nasional. Menurutnya, pariwisata bukan sekadar menjual destinasi, tetapi menghadirkan pengalaman budaya yang mampu menciptakan kenangan sekaligus mendorong orang datang langsung ke Korea.

Masa Keemasan Budaya Korea Jadi Momentum

Langkah ambisius ini hadir di tengah meningkatnya popularitas budaya Korea secara global. Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menyebut periode ini sebagai masa keemasan budaya Korea, yang menjadi motor utama industri perjalanan melalui inisiatif besar bertajuk “K-Tourism Merangkul Dunia”.

Pemerintah Korea berusaha memanfaatkan momentum pemulihan pariwisata pascapandemi. Pada 2025, Korea mencatat lebih dari 18 juta wisatawan internasional, melampaui angka pra-pandemi yang mencapai 17 juta pengunjung. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan 2024.

Meski begitu, Korea masih menghadapi persaingan ketat dari Jepang yang mencetak rekor 43 juta kunjungan wisatawan global pada 2025, naik hampir 16 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut sebagian dipengaruhi oleh melemahnya nilai yen yang membuat biaya perjalanan lebih murah.

Dorong Wisatawan Jelajahi Kota di Luar Seoul

Selain mempermudah aturan visa, pemerintah Korea juga ingin wisatawan mengeksplorasi destinasi di luar Seoul. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi berencana memperbanyak penerbangan internasional langsung menuju bandara regional dengan memberikan insentif biaya dan hak lalu lintas udara khusus.

Penerbangan domestik penghubung antara Bandara Incheon dan bandara regional juga akan ditambah. Layanan bus bandara larut malam yang sebelumnya hanya tersedia di wilayah Seoul akan diperluas hingga provinsi Chungcheong dan Gangwon.

Tak hanya itu, tiket kereta cepat KTX nantinya bisa dipesan lebih awal dari batas waktu satu bulan seperti saat ini, sehingga wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah Korea juga meluncurkan kampanye “Visit Korea Year” untuk periode 2027 hingga 2029. Program ini akan menghadirkan paket wisata berbasis gaya hidup, mulai dari K-beauty, K-food, hingga pengalaman K-hiking, mengikuti tren wisatawan yang kini ingin merasakan kehidupan lokal, bukan sekadar mengunjungi destinasi populer.

Pilihan Editor: Apa Saja Makanan Khas Korea? Ini 22 Sajian yang Sering Masuk Drakor

MILA NOVITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |