REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Malaysia menyanjung capaian kemitraan bilateral dengan Indonesia di berbagai sektor. Apresiasi ini disampaikan saat perayaan Hari Nasional Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9) malam.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) di Kedubes Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi, menyebut hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai hubungan istimewa. Menurutnya, komitmen yang mengakar dari kedua pihak terus mendorong pembaruan kerja sama bilateral.
“Alhamdulillah, Indonesia dan Malaysia telah berhasil menyelesaikan Pertemuan ke-17 Komisi Bersama untuk Hubungan Bilateral pada Juni lalu serta Pertemuan ke-4 Komisi Bersama Perdagangan dan Investasi pada awal bulan ini,” kata Farzamie dalam sambutannya.
Kinerja Positif Perdagangan dan Investasi
Farzamie menyoroti kinerja positif perdagangan bilateral pada 2025 yang mencapai angka 34,22 miliar dolar AS. Sementara itu, investasi Malaysia di Indonesia tercatat mencapai 4,5 miliar dolar AS pada tahun yang sama.
Di aspek pariwisata, kunjungan 2,63 juta pelancong Malaysia ke Indonesia pada 2025 dibalas dengan tibanya 4,26 juta wisatawan Indonesia yang berlibur ke Malaysia. Hal ini menunjukkan eratnya hubungan antara masyarakat kedua negara.
Farzamie berharap capaian dalam pertemuan komisi bersama tersebut dapat memberi landasan kuat untuk meningkatkan kemitraan di berbagai sektor. Sektor-sektor itu meliputi perdagangan, pendidikan, pertahanan dan keamanan, pembangunan SDM, industri, pariwisata, media, dan seni.
Apresiasi dari Pemerintah Indonesia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, mewakili pemerintah Indonesia, turut mengapresiasi eratnya hubungan kedua negara serumpun yang bermitra kuat di ASEAN. Ia secara spesifik berharap agar kerja sama pendidikan tinggi dapat menjadi dasar kokoh dalam menguatkan kemitraan bilateral dan mewujudkan kemakmuran bersama.
Brian juga menyampaikan harapan agar Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim sebagai Raja Malaysia serta Perdana Menteri Anwar Ibrahim selalu diberkahi kesehatan dan kelancaran selama berbakti kepada rakyat Malaysia.
Perayaan pada Selasa malam itu memperingati Hari Kebangsaan Malaysia ke-69, yaitu hari kemerdekaan, serta Hari Malaysia ke-63, yang memperingati penggabungan negeri Malaya dengan Sabah dan Sarawak untuk membentuk federasi Malaysia. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
17
















































