Mengapa Saddam Hussein Ingin Sekali Membunuh Hafez Al-Assad Ayah dari Bashar Al-Assad?

2 weeks ago 39

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pada akhir 1960-an, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser bertanya kepada orang-orang terdekatnya dengan heran; mengapa kaum Baathis tidak mampu bersatu ketika mereka memerintah Baghdad dan Damaskus?

Ini adalah pertanyaan penting yang merangkum hubungan antara Suriah dan Irak. Partai Baath Arab Sosialis memerintah Irak dan Suriah, dan pada tingkat ide dan pemikiran, Baath berharap akan terjadi kebangkitan nasionalisme Arab sosialis.

Namun, pada tingkat perilaku politik antara Baghdad dan Damaskus, kedua kelompok tersebut saling bertikai.

Dan merupakan keanehan takdir bahwa Saddam Hussein dan Hafez al-Assad sama-sama berasal dari lingkungan pedesaan yang terpencil jauh dari ibu kota dan keduanya berhasil mencapai kursi kepresidenan serta memimpin partai dan kekuasaan setelah kudeta militer, serta menyingkirkan lawan-lawan mereka dengan cara yang sangat kejam.

Mungkin otoritarianisme dan sentralisme dalam pemerintahan inilah yang membuat konflik antara kedua pria ini semakin memanas selama dua dekade berikutnya, ditambah dengan latar belakang agama masing-masing, yaitu Sunni Ba'athis dan Alawi Ba'athis. Latar belakang agama ini tidak diragukan lagi berpengaruh pada perilaku kedua saudara yang berseteru ini!

Konflik Baathis

Baik Irak maupun Suriah berada di bawah pemerintahan faksi-faksi Baathis yang saling bertikai. Banyak warga sipil dan militer di kedua negara menganut ideologi Partai Baath Arab Sosialis yang didirikan Michel Aflaq dan Salah al-Bitar pada akhir 1940-an, dan mereka melihat ideologi tersebut sebagai harapan untuk masa depan.

Meskipun kudeta Baath Suriah pada 1963 sukses dan mereka berhasil merebut kekuasaan, dan di Irak pada 1968, kudeta Partai Baath Suriah kedua yang dipimpin oleh kaum Alawi dengan Hafez al-Assad sebagai pemimpinnya, serta pengejaran mereka terhadap rekan-rekan lama mereka, bahkan termasuk para pendiri partai itu sendiri dengan Michel Aflaq sebagai pemimpinnya, membuat konflik antara Partai Baath Suriah dan Partai Baath Irak semakin memanas dan berkobar.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |