TEMPO.CO, Surabaya - Tim SAR gabungan berhasil menemukan sepuluh korban tanah longsor yang terjadi di jalur Cangar-Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Menurut Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coorrdinator Nanang Sigit, dari jumlah tersebut, tujuh korban adalah penumpang mobil minibus. "Sedangkan tiga korban lainnya merupakan penumpang jenis pick-up," kata Nanang saat dikonfirmasi, Jumat, 4 April 2024.
Dalam operasi pencarian itu, kata Nanang, pukul 09.30 WIB, ditemukan satu korban yang belum teridentifikasi dan selanjutnya dibawa Ambulan Welirang. Selanjutnya pukul 09.38 WIB ditemukan satu korban balita berusia 3,5 tahun, bernama Mikaila yang merupakan penumpang mobil pikap, dan selanjutnya dilakukan evakuasi.
Pada pukul 09.48 WIB ditemukan satu korban perempuan belum teridentifikasi, dan pada pukul 11.00 WIB seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Para korban, yakni sebanyak enam orang penumpang minibus, dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu.
Sementara empat korban lain, tiga di antaranya merupakan penumpang mobil pick up dan satu penumpang minibus, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sumberglagah Pacet untuk proses identifikasi oleh DVI Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Korban meninggal adalah Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni, 28 tahun, Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), dan Saudah (70). Mereka berasal dari Kloposepuluh Kecamatan Sukodono Sidoarjo dan merupakan penumpang kendaraan minibus.
Sedangkan tiga korban lainnya adalah penumpang kendaraan pick up, yakni Mikaila F.Z (3,5), Ahmad Fiki Muzaki (28), Fitria Handayani (27), berasal dari Urung-Urung Jati Jejer, Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Selanjutnya pada Pukul 12.00 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan pelaksanaan operasi SAR dinyatakan selesai serta diusulkan untuk di tutup. Unsur SAR yang ikut terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. "Hingga saat ini seluruh korban telah teridentifikasi," katanya.
Sebelumnya bencana tanah longsor terjadi di jalur Pacet-Cangar yang merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Mojokerto-Kota Batu pada Kamis kemarin, 3 April 2024, sekitar pukul 11.27 WIB.
Berdasarkan dari unggahan video di salah satu akun media sosial Instagram memperlihatkan awal mula kejadian tanah longsor. Video yang diduga berasal dari kamera di dashboard salah satu mobil memperlihatkan kondisi hujan yang mengguyur lokasi tersebut hingga pada akhirnya tanah di bagian tebing sisi kanan jalan secara tiba-tiba runtuh ke jalan.
Material longsor pun menutup ke seluruhan badan jalan. Kemudian dari unggahan video lainnya memperlihatkan beberapa petugas gabungan telah tiba di lokasi untuk meninjau dan mulai melakukan penanganan kejadian tersebut.
Kementerian Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) membantu proses evakuasi, sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor di Pacet.
"Tagana telah bergabung memperkuat tim SAR melakukan evakuasi korban yang terdampak serta mendirikan dapur umum di lokasi kejadian," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf melalui keterangan di Jakarta.
Ia menjelaskan bantuan logistik yang disalurkan melalui dapur umum itu telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi relawan dan tim penyelamat di lokasi. Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah, menjelaskan bantuan logistik yang telah disalurkan melalui Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Mojokerto mencakup nasi bungkus dari dapur umum dengan kapasitas memasak 500 porsi per hari.
Pilihan Editor: Taman Hutan Raya Raden Soerjo Ditutup Setelah Longsor di Jalur Pacet-Cangar, Pakar ITS Amati Kerentanan Lingkungan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini