Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding, Telkom Tuntaskan Streamlining 10 Entitas

6 hours ago 15

INFO TEMPO – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan target penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha pada semester pertama 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung aspirasi streamlining BUMN yang diamanatkan oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Sejalan dengan hal tersebut, streamlining menjadi salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada penataan portofolio bisnis melalui  optimalisasi entitas usaha, harmonisasi tumpang tindih usaha, serta divestasi bisnis non-core. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Melalui inisiatif streamlining, Telkom juga menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus  realisasi belanja modal pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital. Penataan  portofolio dilakukan melalui berbagai skema, yakni divestasi, merger, dan likuidasi.

Langkah ini  diharapkan dapat menghasilkan struktur grup yang lebih ramping, menajamkan peran setiap entitas, serta  memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model  Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang mampu menciptakan pertumbuhan nilai  secara berkelanjutan.

Dalam struktur tersebut, Telkom sebagai HoldCo akan berfokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional dijalankan oleh OpCo yang secara terfokus dengan lebih spesifik, yaitu pada Segmen B2C, B2B  Infrastructure, B2B ICT, dan International Business. 

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan bahwa penyederhanaan portofolio merupakan langkah strategis untuk membangun organisasi yang semakin lincah dalam menghadapi dinamika industri digital. "Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin  fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki  fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta  menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas."

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas melalui berbagai aksi korporasi strategis. Pada skema divestasi, Telkom menuntaskan pelepasan 2 entitas yang ditandai dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026. 

Melalui skema penggabungan vertikal (vertical merger), Telkom juga menyelesaikan merger pada 2 entitas guna memperkuat bisnis dan mendorong pengembangan kapabilitas. Sementara itu, terkait streamlining melalui skema likuidasi, terdapat 6 entitas TelkomGroup yang telah mencapai tahapan pembubaran yang ditetapkan, sebagai bagian dari optimalisasi portofolio bisnis. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap relevansi bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusi masing-masing entitas terhadap strategi jangka panjang dan penciptaan nilai secara grup.  Lebih lanjut, Seno menambahkan, streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan langkah untuk membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai. 

"Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas  dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur  organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang  lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang  berdaya saing global," jelas Seno. 

Dalam pelaksanaannya, Telkom memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara prudent,  akuntabel, dan transparan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan  Business Judgment Rule (BJR). Setiap keputusan strategis diambil berdasarkan kajian yang komprehensif  dan berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan  BP BUMN, guna memastikan kepatuhan serta mendukung transformasi perusahaan yang berkelanjutan. 

Sejalan dengan transformasi organisasi tersebut, Telkom juga memastikan setiap penyesuaian sumber  daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab dengan penghormatan sepenuhnya atas hak-hak  karyawan terdampak. Seluruh proses dijalankan secara sukarela dan atas kesepakatan bersama kedua  belah pihak, salah satunya melalui Early Retirement Program (ERP) yang pada tahun 2026 akan ditujukan  pada level OpCo. Melalui pendekatan tersebut, Telkom berharap dapat membangun organisasi yang lebih  adaptif, memperkuat kapabilitas talenta digital, serta mendorong efisiensi dan produktivitas perusahaan  secara berkelanjutan.

Program streamlining merupakan bagian dari target jangka menengah hingga tahun 2030 untuk membangun fundamental perusahaan yang semakin solid. Ke depan, Telkom optimistis dapat memperkuat daya saing perusahaan serta meningkatkan kualitas pada area bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan terbaik di masa mendatang. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |