Pilih Susu Formula, Orangtua Perlu Lebih Jeli dan Mengenali Sumber hingga Proses Produksi

19 hours ago 10
Sejumlah figur publik Indonesia mengikuti Ace Fresh Journey untuk melihat langsung perjalanan susu AceKid dari peternakan hingga proses produksi dan pengendalian kualitas di Harbin, China | Foto: Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memilih susu formula untuk anak tidak cukup hanya dengan membaca daftar kandungan yang tercantum pada kemasan. Asal bahan baku, proses produksi, hingga sistem pengendalian kualitas juga menjadi bagian yang penting diketahui orang tua.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam kampanye #CekTransparansiAceKid yang digelar AceKid melalui program Ace Fresh Journey. Dalam program tersebut, lebih dari 30 ibu dan orang tua dari Indonesia diajak melihat secara langsung proses produksi susu formula FEIHE AceKid di Qiqihar dan fasilitas Smart Factory di Harbin, China.

Proses pemerahan susu di peternakan FEIHE, Qiqihar, China, dengan suhu lingkungan dan suasana yang dijaga nyaman bagi sapi | Foto: Istimewa

Para peserta melihat rangkaian proses mulai dari peternakan, pemerahan dan pengumpulan susu segar, hingga proses manufaktur serta pengendalian kualitas produk.

Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Lucky Zheng, mengatakan keterbukaan mengenai sumber susu dan proses produksi diperlukan agar orang tua memiliki informasi yang lebih lengkap sebelum menentukan pilihan produk nutrisi untuk anak.

“Orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga,” ujar Lucky.

Menurut dia, melalui Ace Fresh Journey, konsumen dapat melihat secara langsung proses yang berlangsung mulai dari peternakan hingga susu diolah menjadi produk formula.

Melihat Langsung dari Peternakan

Program tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat bagaimana kualitas susu dijaga sejak dari sumbernya.

Brand Ambassador AceKid, Denny Sumargo, mengaku sebelumnya lebih banyak memperhatikan informasi yang tertera pada kemasan dibandingkan proses di balik produk susu formula.

“Setelah melihat langsung peternakan sampai proses produksinya, saya baru memahami bahwa dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga ternyata sama pentingnya,” kata Denny, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Peserta Ace Fresh Journey melihat langsung pengelolaan peternakan sapi perah FEIHE AceKid di Qiqihar, China, sebagai bagian dari proses produksi susu formula | Foto: Istimewa

Hal serupa disampaikan aktris sekaligus ibu, Ryana Dea. Ia mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai proses pengawasan kualitas susu sejak berada di lingkungan peternakan.

Ia melihat sejumlah aspek mulai dari kondisi lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pakan, hingga proses pemerahan menjadi bagian dari rangkaian yang menentukan kualitas bahan baku.

FEIHE AceKid menyebut pihaknya memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan yang disebut sebagai Golden Milk Source 47° Lintang Utara.

Proses pemerahan dilakukan secara otomatis dan terjadwal. Susu segar kemudian disebut langsung didinginkan pada suhu 0–4 derajat Celsius sebelum dikirim ke fasilitas produksi dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Perusahaan juga mengklaim susu segar yang dihasilkan memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa.

Dilanjutkan ke Proses Produksi

Setelah melihat proses di peternakan, peserta juga diajak melihat pengolahan susu di fasilitas Smart Factory FEIHE AceKid.

Content creator sekaligus ibu, Antik Arifani, mengatakan kunjungan tersebut memberinya gambaran lebih utuh mengenai proses yang dilalui bahan baku sebelum menjadi produk susu formula.

“Selama ini yang kita lihat biasanya produk akhirnya. Saya sebelumnya tidak pernah benar-benar melihat bagaimana susu diproses sampai menjadi formula yang diminum anak,” ujarnya.

Fasilitas produksi FEIHE AceKid yang terintegrasi dari sumber susu hingga produk akhir, dengan pengendalian kualitas di setiap tahap | Foto: Istimewa

Berdasarkan keterangan perusahaan, susu segar yang menjadi komposisi utama produk diproses menggunakan metode One-Step Fresh Process.

Setiap batch produk disebut harus melewati 25 tahapan produksi dan 411 pemeriksaan kualitas sebelum dinyatakan memenuhi standar.

FEIHE juga menyatakan telah menjalankan bisnisnya selama lebih dari 64 tahun dan mencatatkan rekam jejak tanpa kecelakaan keamanan pangan.

Sementara itu, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai informasi mengenai sumber bahan baku dan proses produksi dapat menjadi pertimbangan tambahan bagi orang tua ketika memilih produk nutrisi anak.

Menurut dia, orang tua tidak hanya perlu memperhatikan kandungan tambahan dalam susu formula, tetapi juga komposisi utama dan sumber bahan yang digunakan.

“Susu segar sebagai komposisi utama, serta formulasi tanpa maltodekstrin dan perisa sintetik, menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan orang tua,” ujarnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai bagaimana kualitas susu dijaga sejak peternakan hingga fasilitas produksi dapat membantu orang tua memahami produk secara lebih menyeluruh.

Tak Berhenti pada Komposisi

Semantara itu, pemilik Raja Susu sekaligus mitra ritel AceKid, David Setiawan, mengatakan konsumen saat ini semakin aktif mencari informasi mengenai produk susu formula.

Menurut dia, pertanyaan konsumen tidak lagi sebatas harga dan kandungan nutrisi, tetapi juga menyangkut komposisi utama, sumber susu, serta proses produksinya.

Melalui kampanye tersebut, AceKid mendorong orang tua untuk tidak berhenti pada “Cek Komposisi”, tetapi juga melakukan “Cek Transparansi”.

Konsep tersebut mencakup penelusuran bahan utama, sumber susu, proses produksi, serta sistem pengendalian kualitas yang diterapkan perusahaan.

AceKid juga menyebut telah menyediakan sistem keterlacakan melalui QR code pada kemasan. Fitur tersebut memungkinkan konsumen memperoleh informasi lebih lanjut mengenai sumber susu dan perjalanan produk.

Dalam keterangannya, AceKid menyatakan produknya menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai komposisi utama. Produk tersebut diklaim tidak mengandung sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik.

Perusahaan juga menyebut produknya telah memiliki sertifikasi BPOM dan Halal MUI.

Meski demikian, AceKid tetap menyatakan mendukung pemberian ASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi, termasuk ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |