Prediksi Analis Terbukti, Rupiah Akhirnya Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

13 hours ago 11
Nilai tukar rupiahIlustrasi nilai tukar rupiah | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Prediksi sejumlah analis bahwa nilai tukar rupiah akan menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat akhirnya menjadi kenyataan. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi, mata uang RI ini melemah 0,27 persen hingga menyentuh level Rp 18.015 per dolar AS.

Posisi tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir sekaligus menandai babak baru tekanan terhadap mata uang Garuda di tengah ketidakpastian ekonomi global dan sentimen domestik yang belum sepenuhnya pulih.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman kepada Antara di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Selain faktor geopolitik, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar turut memperkuat posisi dolar. Data ketenagakerjaan dan indeks aktivitas sektor jasa Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kinerja ekonomi AS yang masih solid.

Kondisi tersebut meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian AS dan mendorong permintaan terhadap dolar AS. Akibatnya, mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.

Dari dalam negeri, sentimen pasar juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang penguatan rupiah. Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan mata uang nasional berpotensi tertahan oleh langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia.

Menurutnya, bank sentral kemungkinan akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan mengingat kurs rupiah kembali mendekati level psikologis baru.

“Sentimen domestik yang masih buruk, kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” ujarnya.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS dalam waktu dekat. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |