Profil Chelsie Monica, Pecatur Putri Indonesia yang Bikin Magnus Carlsen Angkat Tangan

7 hours ago 9

CANTIKA.COMJakarta - Nama Chelsie Monica tengah menjadi sorotan dunia catur internasional setelah berhasil mencatat kemenangan yang nyaris tak terbayangkan sebelumnya. Dalam ajang FIDE World Rapid and Blitz Team Championships di Hong Kong, pecatur putri Indonesia itu sukses menundukkan Magnus Carlsen, sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pecatur nomor satu dunia dan kerap disebut sebagai Greatest of All Time (GOAT) dalam dunia catur.

Kemenangan tersebut menjadi semakin istimewa karena dari 24 pemain yang mendapat kesempatan menghadapi Carlsen dalam pertandingan simultan, hanya Chelsie yang mampu membuat grandmaster asal Norwegia itu mengakui kekalahan.

Momen bersejarah itu terjadi ketika pertandingan memasuki fase akhir. Saat waktu yang tersisa sekitar lima menit, Chelsie melakukan langkah penting dengan memindahkan benteng dari petak c1 ke h1. Tak lama kemudian, Magnus Carlsen menjabat tangannya sebagai tanda menyerah.

Ekspresi Chelsie pun menjadi gambaran betapa besarnya pencapaian tersebut. Ia tampak tersenyum, menarik napas panjang, lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangan seolah tidak percaya bahwa dirinya baru saja mengalahkan pemain terbaik dunia. Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, ia bahkan menyempatkan diri meminta tanda tangan Carlsen dan berfoto bersama sang idola.

Bagi Chelsie, kesempatan berhadapan langsung dengan Magnus Carlsen merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia mengaku merasa senang sekaligus gugup karena harus beradu strategi dengan sosok yang selama ini menjadi panutannya.

"Bisa bermain dengan Magnus membuat saya bahagia. Tentu ada rasa grogi karena dia adalah pecatur terbaik sepanjang masa dan juga salah satu idola saya," ujarnya dalam wawancara yang diunggah kanal YouTube ChessBase India.

Perempuan berusia 30 tahun itu mengaku awalnya hanya berharap tidak kalah terlalu cepat. Dengan banyaknya peserta yang ikut dalam pertandingan simultan tersebut, ia berusaha bertahan selama mungkin tanpa memikirkan hasil akhir.

"Saya hanya berharap tidak kalah dalam lima atau sepuluh menit. Saya berusaha bertahan saja, dan mungkin saya sedikit beruntung," katanya.

Namun, bagi mereka yang mengikuti perjalanan kariernya, kemenangan atas Carlsen bukanlah hasil keberuntungan semata. Chelsie telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia catur dan konsisten menunjukkan prestasi sejak usia muda.

Profil Chelsie Monica

Lahir dengan nama Monica Ignesias Sihite pada 2 November 1995, Chelsie merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ketertarikannya terhadap catur bermula dari rumah. Saat masih kecil, ia sering melihat sang ayah bermain catur dan mulai tertarik mempelajari permainan yang sama.

Minat yang tumbuh sejak masa kanak-kanak itu kemudian berkembang menjadi karier profesional yang mengantarkannya menjadi salah satu pecatur putri terbaik Indonesia.

Namanya mulai mencuri perhatian ketika meraih gelar Woman International Master (WIM) pada ASEAN+ Age Group Chess Championship 2011 di Tarakan, Kalimantan Utara. Prestasi tersebut menjadi tonggak penting dalam kariernya karena ia berhasil memperoleh gelar internasional tanpa harus melalui tiga norma WIM seperti yang umumnya disyaratkan.

Setahun kemudian, Chelsie tampil mengesankan dalam World Junior Chess Championship Girls Under-20 di Yunani. Berstatus unggulan ke-24, ia mampu finis di peringkat delapan dengan performa yang melampaui ekspektasi. Dalam turnamen tersebut, ia berhasil mengalahkan sejumlah pecatur dengan rating jauh lebih tinggi, termasuk beberapa grandmaster wanita yang telah lebih dulu mapan di level internasional.

Tahun yang sama, Chelsie kembali menunjukkan kualitasnya dalam Olimpiade Catur di Istanbul, Turki. Bermain di papan kedua untuk Indonesia, ia mencatat delapan poin dari sepuluh pertandingan dan meraih norma Woman Grandmaster (WGM) pertamanya dengan performa rating mencapai 2370.

Perjalanan menuju level elite terus berlanjut. Pada 2019, tujuh tahun setelah memperoleh norma pertama, Chelsie berhasil meraih norma WGM keduanya dalam turnamen Japfa Women Grand Master di Yogyakarta.

Selama lebih dari satu dekade, Chelsie menjadi salah satu wajah penting catur Indonesia di berbagai ajang internasional. Konsistensinya dalam berkompetisi menjadikan dirinya sebagai andalan tim nasional sekaligus inspirasi bagi generasi muda pecatur Indonesia.

Karena itu, kemenangan atas Magnus Carlsen di Hong Kong bukan hanya sekadar hasil pertandingan. Momen tersebut menjadi simbol perjalanan panjang seorang atlet yang tumbuh dari kecintaannya pada catur sejak kecil, meniti prestasi demi prestasi, hingga akhirnya mampu mengalahkan pemain terbaik yang pernah dimiliki dunia catur.

Bagi dunia catur Indonesia, kemenangan ini menjadi pengingat bahwa talenta-talenta Tanah Air mampu bersaing di panggung tertinggi dunia. Dan bagi Chelsie Monica, kemenangan atas Magnus Carlsen akan menjadi salah satu bab paling bersejarah dalam karier yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

ECKA PRAMITA | YOUTUBE CHESSBASE INDIA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |