Profil Ponpes Tambakberas yang Bakal Jadi Lokasi Muktamar NU

7 hours ago 16

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Keputusan tersebut diambil dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada Selasa, 7 Juli 2026.

Katib Syuriyah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir, mengatakan pemilihan Pondok Pesantren Tambakberas didasarkan pada pertimbangan historis, strategis, dan kesiapan teknis. "Secara historis, Tambakberas merupakan salah satu titik episentrum sejarah NU," kata dia saat dihubungi pada Rabu, 8 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan setiap lima tahun. Forum ini menjadi momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Dalam muktamar, seluruh pengurus dan perwakilan nahdliyin dari tingkat cabang hingga pusat akan berkumpul untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun arah dan program organisasi, serta memilih kepengurusan baru, termasuk Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Setelah melalui berbagai dinamika terkait penentuan lokasi dan jadwal selama dua bulan terakhir, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akhirnya menetapkan Muktamar ke-35 akan digelar pada 27-30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Profil Ponpes Tambakberas Jombang

Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Timur yang terletak di Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang. Cikal bakal pesantren yang kini dipimpin oleh Ketua Majelis Pengasuh Moh Hasib Wahab Chasbullah alias Gus Hasib ini telah ada sejak tahun 1825. 

Gus Hasib merupakan keturunan ketiga dari Abdul Wahab Chasbullah, salah satu perintis pesantren Tambakberas sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama bersama KH Hasyim Asy'ari dan sejumlah ulama lainnya pada 31 Januari 1926.

Dikutip dari penelitian Mokhamad Abdul Aziz, 2014, awalnya Pesantren Tambakberas merupakan pesantren salafiyah dengan metode pembelajaran tradisional. Pesantren ini kemudian bertransformasi dengan mengembangkan sistem pendidikan madrasah pada 1966, seiring dengan dibentuknya Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. 

Kini yayasan itu menaungi sedikitnya 18 lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama dan atas, sekolah menengah kejuruan, hingga perguruan tinggi. Beberapa di antaranya adalah Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Institut Agama Islam Bahrul Ulum (IAIBAFA), dan STIKES Bahrul Ulum. 

Pengelolaan pesantren saat ini terbagi dalam dua struktur kepemimpinan. Otoritas keagamaan berada di tangan Majelis Pengasuh yang dipimpin KH Moh. Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib. Sementara pengelolaan administrasi, kelembagaan, dan pengembangan pendidikan berada di bawah Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang dipimpin Ketua Umum KH Abdurrozaq Sholeh.

Setiap tahun ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia menempuh pendidikan di pesantren ini. Pesantren ini juga dikenal banyak melahirkan tokoh nasional. Salah satunya adalah Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia tercatat pernah belajar di pesantren ini pada 1959-1963 sebelum melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

Secara historis, Tambakberas bukan nama baru dalam penyelenggaraan muktamar. Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015 lali, kompleks pesantren ini menjadi salah satu lokasi sidang komisi bersama Pesantren Tebuireng, Darul Ulum Peterongan, dan Mamba'ul Ma'arif Denanyar. Pengalaman tersebut belakangan menjadi salah satu pertimbangan PBNU ketika kembali memilih pondok pesantren ini sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 pada 27-30 Agustus 2026.

Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |