Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 5-6 April, Ini Rekayasa yang Disiapkan Korlantas Polri

23 hours ago 14

TEMPO.CO, Jakarta - Arus mudik Lebaran 2025 ditandai dengan hampir dua juta kendaraan meninggalkan Jakarta. Hingga Selasa pagi, 1 April 2025, arus kendaraan keluar ibu kota masih terpantau tinggi.

“Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 Idulfitri 21 Maret 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan H+1 1 April 2025 pukul 06.00 WIB, total lalu lintas keluar Jakarta 1.963.152 kendaraan,” ujar Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho dalam keterangan resminya Selasa, 1 April 2025.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Habiburokhman menyebutkan bahwa arus mudik 2025 menjadi salah satu yang paling lancar sejak tahun 2000. Ia mengungkapkan bahwa kelancaran tidak hanya terjadi di Pelabuhan Merak, tetapi juga di wilayah Banten dan seluruh Indonesia.

“Kita menjadi saksi bahwa ini salah satu pengaturan mudik terlancar sejak tahun 2000. Bukan hanya di Merak, tapi di Banten, bahkan seluruh Indonesia mudik tahun ini lancar," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, seperti dikutip Antara.

Saat ini, Korlantas Polri sedang menyiapkan berbagai skenario untuk mengatur arus balik yang puncaknya diprediksi akan terjadi pada 5 dan 6 April 2025.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya telah menyusun skema rekayasa lalu lintas untuk arus balik Lebaran 2025 demi memastikan masyarakat bisa menempuh perjalanan dengan lancar.

"Bapak Kapolri memerintahkan untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Arus balik yang prediksinya itu tanggal 5 atau 6 (April), tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 2 April 2025.

Contraflow dari KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek

Berbagai rekayasa akan dilakukan Polri, di antaranya contraflow (lawan arus) dari KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek, namun jika diperlukan akan diperpanjang hingga KM 36.

"Jadi contraflow ini tentunya nanti akan melihat parameter-parameter jumlah traffic counting, termasuk visi rasio yang kita langsung lihat di lapangan," ujar Jenderal Agus.

Jika terjadi lonjakan jumlah kendaraan pada 3 April, akan dilakukan one way (satu arah) lokal tahap pertama dari KM 188 Palimanan hingga KM 70 Gerbang Tol Cikarang Utama.

"Apabila di tanggal 4 masih ada bangkitan yang cukup deras dari arah timur yang menuju Jakarta, kami akan berlakukan one way tahap dua dari KM 246 (Pejagan) hingga KM 188 (Palimanan)," kata Agus.

Jika lonjakan masih terasa hingga 5 April, one way lokal akan kembali diperpanjang.

One Way Mulai 6 April

Sementara one way nasional akan dilakukan pada Minggu, 6 April 2025, di KM 414 Kalikangkung, Semarang.

"Mana kala masih terjadi bangkitan, tanggal 5 akan kita perpanjang lagi one way, mungkin dari Batang, termasuk juga barangkali dari (KM) 414 Kalikangkung. Karena pada tanggal 6, flag out daripada one way nasional yang akan dilepas oleh Bapak Kapolri dan Pak Menteri Perhubungan itu rencana tanggal 6 pagi," ujarnya.

Dia menambahkan, petugas juga melakukan pengamanan di jalur arteri hingga tempat wisata saat arus balik Lebaran. 

"Kami mengimbau kepada pemudik pada saat balik agar betul-betul menyiapkan perjalanan dengan optimal, jaga kesehatan, pastikan kendaraan sehat, sehingga perjalanan rekan-rekan selamat sampai tujuan. Dengan pesan dari Bapak Kapolri, tagline operasi ketupat adalah mudik aman, keluarga nyaman. Semoga selamat sampai tujuan," kata Kakorlantas.

Menteri AHY: Arus Balik Dipersiapkan Matang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa persiapan arus balik Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah dilakukan dengan matang untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.

AHY menjelaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga terkait terus bekerja sama dalam memantau dan menyiapkan arus mudik dan arus balik Lebaran untuk memastikan semuanya berjalan lancar dan aman bagi masyarakat.

"Kita akan terus pantau dan tentunya semua kementerian, lembaga yang terkait dengan penyiapan arus mudik termasuk sekaligus arus balik, kita terus bersiaga," kata AHY ditemui di sela menghadiri open house Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Selasa.

Menurut AHY, Kementerian Perhubungan telah merancang berbagai strategi khusus untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi selama periode arus balik, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan pemudik.

Diperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 5-6 April 2025, namun AHY berharap kebijakan yang diterapkan dapat mengatur arus lalu lintas dengan baik sebelum dan setelah tanggal puncak tersebut.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal jalannya Angkutan Lebaran 2025, sehingga masyarakat dapat mudik dengan selamat, aman, dan lancar.

Pemerintah telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran antara lain 30.451 unit bus, 772 kapal laut, 404 unit pesawat, serta 2.550 unit kereta api.

Selain itu, telah dilakukan pula uji kelaikan atau ramp-check untuk memastikan semua armada dalam kondisi laik jalan dan aman dioperasikan.

Bersamaan dengan itu, koordinasi lintas sektoral juga terus dilakukan. Kemenhub telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait mulai dari lintas kementerian dan lembaga, TNI, Polri, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta pelaku usaha transportasi.

“Kami mengoptimalkan Pusat Informasi Transportasi (Pusintrans) dan Posko Pusat Angkutan Lebaran yang beroperasi 24 jam setiap hari untuk memantau pergerakan semua moda transportasi,” kata Menhub di Jakarta, Minggu, 23 Maret 2025.

Intan Setiawaty berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |