Resensi Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Memoar Jujur tentang Child Grooming dan Luka Masa Muda

3 hours ago 9

CANTIKA.COM, Jakarta - Tidak semua luka meninggalkan bekas yang terlihat. Sebagian justru tumbuh diam-diam, bersembunyi di balik cerita cinta pertama, perhatian yang terasa istimewa, atau hubungan yang dulu diyakini sebagai bentuk kasih sayang. Itulah yang diangkat Aurelie Moeremans dalam buku Broken Strings, sebuah memoar yang membuka mata tentang bagaimana child grooming dapat terjadi secara halus dan bertahap, bahkan tanpa disadari oleh korbannya sendiri.

Sinopsis Singkat

Broken Strings menceritakan perjalanan Aurelie sejak masa remajanya ketika ia berusia sekitar 15 tahun dan mulai terjerat hubungan dengan seorang pria dewasa yang disamarkan dengan nama “Bobby”. Hubungan ini awalnya tampak penuh perhatian, namun kemudian berkembang menjadi kontrol total, manipulasi psikologis, dan kekerasan, yang secara perlahan merenggut kebebasan, identitas, serta masa muda Aurelie.

Melalui narasi yang jujur dan reflektif, buku ini tidak hanya mengungkap penderitaan, tetapi juga proses Aurelie menyadari, berjuang, dan akhirnya melepaskan diri dari hubungan beracun tersebut. Narasi ditulis dari sudut pandang korban tanpa romantisasi, sehingga pembaca dapat memahami kompleksitas pengalaman traumatis ini secara mendalam.

Aurelie secara pribadi menegaskan ia membuka seluruh akses buku ini secara gratis dengan harapan dapat menolong banyak perempuan muda lainnya yang mengalami kejadian serupa seperti dirinya.

Struktur dan Gaya Penulisan

Memoar ini terdiri atas fragmen-fragmen personal yang saling terkait, menggambarkan masa lalu yang terkadang kabur namun penuh emosi. Aurelie memilih untuk menulis tanpa bantuan editor atau penerbit profesional, bahkan desain sampulnya dikerjakan sendiri sebagai bagian dari proses kreatif independennya.

Gaya penulisan yang lugas dan intim membuat pembaca merasa seolah diajak langsung masuk ke pikiran dan perasaan penulis. Alur tidak selalu linier, tetapi justru mencerminkan cara ingatan bekerja ketika membongkar trauma masa lalu.

Tema Utama yang Diangkat

Memoar ini menghadirkan beberapa tema penting yang relevan bagi pembaca:

  • Child grooming: Buku ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana grooming terjadi secara bertahap dan halus, dari perhatian yang tampak baik hingga kontrol penuh terhadap korban.

  • Manipulasi emosional: Aurelie menyingkap teknik-teknik manipulasi seperti gaslighting, isolasi sosial, dan intimidasi yang membuatnya merasa terperangkap.

  • Pelecehan dan kekerasan: Tak hanya manipulasi emosional, memoar ini juga mengungkap pengalaman kekerasan fisik serta pelanggaran batasan yang dialami di bawah usia 18 tahun.

  • Pemulihan dan kekuatan berbicara: Broken Strings adalah bukti bahwa berbicara tentang trauma bukan kelemahan, tetapi langkah awal menuju penyembuhan.

Nilai Edukatif dan Dampak Sosial

Broken Strings bukan sekadar memoar selebritas. Keberanian Aurelie membagikan kisahnya secara gratis menunjukkan komitmen untuk menyebarkan kesadaran tentang bahaya grooming dan relasi manipulatif.

Sejak dirilis, buku ini telah memicu percakapan luas di media sosial tentang bagaimana grooming bekerja, dampaknya pada kesehatan mental, dan pentingnya perlindungan anak dan remaja dari hubungan yang berbahaya. Banyak pembaca mengaku merasa terwakili, sementara orang tua dan pendidik diundang untuk lebih peka terhadap tanda-tanda grooming sejak dini.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Narasi jujur dan personal yang kuat dan menyentuh.

  • Memberi wawasan lengkap tentang grooming dari perspektif korban.

  • Ditulis tanpa romantisasi, sehingga menghadirkan realitas yang mentah dan edukatif.

Kekurangan:

  • Struktur naratif yang terfragmentasi mungkin terasa berat bagi pembaca yang mencari alur linier tradisional.

  • Topik yang sangat sensitif mungkin tidak cocok bagi pembaca tanpa kesiapan emosional.

Broken Strings adalah memoar yang berani, penting, dan mengedukasi. Aurelie Moeremans berhasil menghadirkan sebuah kisah yang tidak hanya mengungkap pengalaman pribadinya sebagai korban child grooming, tetapi juga memperluas pemahaman publik tentang tanda-tanda hubungan toksik dan bagaimana trauma dapat memengaruhi kehidupan seseorang hingga dewasa.

Buku yang ditulis Aurelie Moeremans ini sangat layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang dinamika manipulatif dalam relasi, terutama kaitannya dengan anak dan remaja. Tidak hanya sekadar membaca kisah hidup seseorang, tetapi juga belajar bagaimana mengenali dan mencegah situasi serupa terjadi di sekitar kita.

Pilihan Editor: Aurelie Moeremans Rilis Memoar Pribadi Broken Strings, Ungkap Kisah sebagai Korban Child Grooming

Catatan Redaksi:
Artikel ini membahas pengalaman relasi yang tidak sehat dan isu child grooming yang mungkin terasa dekat atau personal bagi sebagian pembaca. Jika saat membaca kamu merasa terhubung dengan cerita-cerita ini, ketahuilah bahwa perasaanmu valid dan kamu tidak sendirian. Mencari bantuan adalah bentuk keberanian, bukan kelemahan. Berbicara dengan orang yang kamu percaya atau tenaga profesional bisa menjadi langkah awal untuk merasa lebih aman dan didukung.

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |