Review Drakor Notes from the Last Row, Kisah Penulis Delusi yang Hidup dalam Fantasi

5 hours ago 8

CANTIKA.COM, Jakarta - Drama Korea Notes From the Last Row menghadirkan kisah yang jauh dari drama kampus biasa. Dibintangi Choi Min-sik, serial original Netflix ini menggabungkan elemen psikologis, misteri, hingga kritik terhadap ambisi dan ego manusia. Diadaptasi dari drama Spanyol El chico de la última fila karya Juan Mayorga, cerita berkembang dari sebuah tugas menulis sederhana menjadi permainan manipulasi yang perlahan menghancurkan kehidupan tokoh utamanya,

Heo Mun-oh (Choi Min-sik) adalah profesor sastra di salah satu universitas ternama Korea Selatan. Di mata orang lain, hidupnya tampak mapan. Ia memiliki pekerjaan bergengsi, istri yang suportif bernama Cho Hyeon-suk (Jin Kyung), serta dihormati di lingkungan akademik.

Namun di balik semua itu, Mun-oh menyimpan luka batin yang tak pernah sembuh. Ia terus membandingkan dirinya dengan sahabat sekaligus rival lamanya, Kim Su-hun (Huh Joon-ho), penulis novel best seller yang memiliki karier gemilang, keluarga harmonis, serta kehidupan yang selalu diimpikan Mun-oh. Sementara Su-hun terus melahirkan karya sukses, Mun-oh hanya dikenal lewat satu novel dan merasa hidupnya penuh kegagalan. Rasa iri yang dipendam selama puluhan tahun itulah yang menjadi fondasi konflik utama serial ini.

Petikan adegan drama Korea Notes From the Last Row/Foto: Doc. Netflix

Murid Misterius yang Mengubah Segalanya

Situasi berubah ketika Mun-oh menemukan bakat luar biasa dari Lee Kang (Choi Hyun-wook), mahasiswa pendiam yang selalu duduk di bangku paling belakang kelas.

Dalam tugas menulisnya, Kang mengisahkan kehidupan keluarga kaya milik teman sekelasnya, Se-yun (Lee Jin-woo). Tulisan tersebut begitu hidup dan penuh detail hingga membuat Mun-oh terpikat. Ia kemudian mengajak Kang mengikuti kelas menulis privat dengan harapan dapat membimbing calon novelis berbakat tersebut.

Namun ketertarikan Mun-oh berubah menjadi obsesi ketika mengetahui bahwa Se-yun ternyata merupakan putra Su-hun dan mantan perempuan yang diam-diam dicintainya sejak kuliah, Ahn Eun-joo (Kim Yun-jin). Sejak saat itu, kisah Kang bukan lagi sekadar karya sastra, melainkan jendela yang diyakini Mun-oh dapat membongkar kehidupan pribadi rivalnya.

Dalam cerita lanjutan Kang, muncul sosok Min-hui, seorang perempuan yang disebut sebagai pembantu sekaligus selingkuhan Su-hun. Setelah Min-hui menjadi korban tabrak lari, Kang menggambarkan Su-hun sebagai pembunuh yang mencekik Min-hui di rumah sakit demi menutupi pencurian manuskrip novel karya saudara perempuan korban.

Konflik mencapai puncaknya ketika Kang mengabarkan bahwa Su-hun berniat membunuh istri dan anaknya sendiri dengan membakar rumah mereka. Mun-oh yang percaya sepenuhnya langsung menghubungi polisi dan pemadam kebakaran.

Namun ketika tiba di lokasi, kenyataannya sangat berbeda. Keluarga Su-hun baru saja pulang dari acara keluarga dan semuanya baik-baik saja. Di sinilah terungkap bahwa hampir seluruh cerita Kang hanyalah rekaan yang sengaja disusun untuk memancing emosi Mun-oh.

Cover drama Korea Notes From the Last Row/Foto: Doc. Netflix

Meski sebagian besar cerita merupakan kebohongan, Kang menyisipkan beberapa fakta agar kisahnya terdengar meyakinkan. Ia memang mengenal Se-yun sebagai teman sekolah, tetapi tidak pernah tinggal bersama keluarganya seperti yang diceritakan. Min-hui juga bukan pembantu rumah tangga, melainkan karyawan sebuah penerbit yang kebetulan mengalami kecelakaan di dekat lokasi tempat Su-hun berada.

Peristiwa tabrak lari itu justru dimanfaatkan Kang untuk mengembangkan narasinya secara spontan. Ia terus menambahkan detail demi detail hingga Mun-oh sepenuhnya larut dalam dunia yang ia ciptakan.

Dendam yang Berawal dari Masa Kecil

Motif Kang baru terungkap pada episode terakhir. Bertahun-tahun sebelumnya, saat masih berusia delapan tahun, Kang tinggal di panti asuhan yang dikunjungi Hyeon-suk. Dalam kunjungan itu, Mun-oh membantu Kang menceritakan trauma kehilangan orang tuanya melalui sebuah latihan bercerita menggunakan metafora keluarga bebek.

Meski berhasil membuat Kang terbuka, Mun-oh sebenarnya tidak memiliki niat membantu anak tersebut. Ia hanya menganggap kisah Kang sebagai bahan yang mungkin bisa dijadikan novel. Bahkan ketika Kang ingin tetap berkomunikasi melalui surat, Mun-oh menolak karena merasa cerita hidup anak itu tidak cukup menarik.

Ucapan yang didengar langsung oleh Kang tersebut menjadi luka yang terus dibawanya hingga dewasa. Saat akhirnya bertemu kembali sebagai mahasiswa dan dosen, Kang memutuskan membalas perlakuan itu dengan cara yang sama: menggunakan cerita sebagai senjata.

Permainan Kang berhasil menghancurkan kehidupan Mun-oh sedikit demi sedikit. Istrinya memilih meninggalkan rumah setelah bertahun-tahun merasa diabaikan. Dalam kondisi mental yang rapuh, Mun-oh bahkan mulai berhalusinasi dan menuduh Hyeon-suk memiliki hubungan dengan Kang.

Karier akademiknya juga berakhir ketika terungkap bahwa ia mencuri soal kompetisi pemrograman universitas demi membantu Kang, yang saat itu mengaku membutuhkan kemenangan agar bisa terus mengamati keluarga Se-yun. Akibatnya, Mun-oh kehilangan pekerjaan, reputasi, sekaligus kehidupan yang selama ini ia bangun.

Pada adegan penutup, Mun-oh bekerja sebagai pegawai toko buku. Di sela-sela melayani pelanggan, ia kembali menulis—sesuatu yang telah lama ia tinggalkan.

Suatu hari Kang datang membeli buku Faust karya Goethe. Awalnya Mun-oh masih menyimpan kemarahan, tetapi Kang kembali menggodanya dengan kalimat sederhana bahwa ia memiliki cerita baru yang ingin ditulis bersama. Alih-alih menolak, mata Mun-oh justru kembali berbinar dan bertanya, "Cerita apa?"

Serial kemudian ditutup dengan tulisan "To Be Continued", mengisyaratkan bahwa hubungan rumit antara guru dan murid tersebut belum benar-benar berakhir.

Notes From the Last Row bukan sekadar drama misteri, melainkan eksplorasi mendalam tentang obsesi, kecemburuan, manipulasi, dan kekuatan sebuah cerita. Serial ini mempertanyakan sejauh mana seseorang rela mengorbankan hidupnya demi ambisi dan rasa iri yang tak pernah selesai.

Penampilan Choi Min-sik menjadi salah satu daya tarik utama. Ia berhasil menggambarkan sosok profesor yang perlahan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Di sisi lain, Choi Hyun-wook tampil memikat sebagai Lee Kang, karakter yang tenang tetapi mampu memainkan psikologi orang lain hanya melalui tulisan.

Dengan alur yang penuh kejutan, atmosfer menegangkan, serta ending yang meninggalkan ruang interpretasi, Notes From the Last Row menjadi salah satu drama Korea thriller psikologis yang layak masuk daftar tontonan bagi penikmat cerita penuh teka-teki dan permainan emosi.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |