Saat Permainan Tradisional Jadi Cara Mengurangi Kecanduan Gadget Anak

5 hours ago 10

INFO CANTIKA.COM - Di era digital saat ini, gadget telah bertransformasi dari sekadar alat elektronik menjadi kebutuhan yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang berlebihan hingga menimbulkan ketergantungan, khususnya pada anak, dapat membawa berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan perkembangan fisik dan otak, masalah emosional, hingga menurunnya interaksi sosial.

Berawal dari keresahan itu, Achmad Irfandi mencoba menghadirkan solusi melalui Kampung Lali Gadget (KLG) yang ia gagas pada 1 April 2018 di kampung halamannya, yakni Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

KLG kemudian berkembang menjadi Desa Sejahtera Astra Lali Gadget yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal. Berkat pengembangan desa sebagai destinasi eduwisata, Irfandi meraih apresiasi pada Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Award atau SATU Indonesia Awards 2021 kategori Pendidikan. 

Berbagai program yang dijalankan juga sejalan dengan empat pilar Desa Sejahtera Astra, yakni pendidikan melalui gubuk baca dan edukasi budaya, kesehatan melalui aktivitas bermain di alam terbuka dan edukasi parenting, lingkungan melalui pemanfaatan area sawah, sungai, dan perkebunan sebagai ruang belajar, serta kewirausahaan melalui pengembangan Desa Sejahtera Astra Lali Gadget sebagai desa wisata edukatif.

Fokus kegiatan Desa Sejahtera Astra Lali Gadget adalah mengangkat kembali permainan tradisional melalui program konservasi budaya sebagai upaya mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai. Berbagai aktivitas yang dijalankan meliputi edukasi budaya dan kearifan lokal, olahraga, edukasi satwa, serta permainan tradisional yang tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan terhadap gadget, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Irfandi membangun gubuk baca di halaman depan rumahnya yang dapat diakses anak-anak. Selain itu, kegiatan juga memanfaatkan area sawah, sungai, serta lahan perkebunan milik warga setempat. Sejumlah fasilitas seperti wall climbing dan pavingisasi area gubuk baca juga dibangun melalui dukungan para donatur.

Desa Sejahtera Astra Lali Gadget juga mengadakan materi pendidikan parenting bagi para orang tua. Harapannya, setelah anak-anak mengikuti kegiatan di Desa Sejahtera Astra Lali Gadget, para orang tua turut teredukasi sehingga dapat mengambil peran dalam mendampingi dan mengawasi penggunaan gadget anak di rumah.

Untuk memperluas jangkauan, Irfandi melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah serta memanfaatkan jejaring komunitas yang berfokus pada anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan ini. Hingga saat ini, sekitar 60 persen peserta kegiatan berasal dari Desa Pagerngumbuk.

Melalui Desa Sejahtera Astra Lali Gadget, Irfandi ingin mendorong masyarakat agar lebih bijak menggunakan gadget serta membentuk generasi muda yang tidak didikte teknologi, melainkan mampu memanfaatkannya secara positif. Di sisi lain, program ini juga menjadi ruang pelestarian budaya dan kearifan lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Selain mengurangi ketergantungan gawai pada anak, Desa Sejahtera Astra Lali Gadget turut membangun budaya literasi melalui keberadaan gubuk baca dan berbagai aktivitas edukatif. Ke depannya, program ini diharapkan mampu mendorong pengembangan desa wisata edukatif sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas dan kunjungan rutin ke Desa Sejahtera Astra Lali Gadget. Irfandi pun berkomitmen untuk terus melanggengkan eksistensi Desa Sejahtera Astra Lali Gadget dengan membuat legalitas lembaga berupa yayasan edukasi. (*)

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |