Satgas Damai Cartenz Klaim Temukan Dua Korban Penculikan Separatis di Kampung Bela

3 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA — Satgas Operasi Damai Cartenz mengeklaim berhasil menemukan dua dari sejumlah warga sipil yang diduga diculik oleh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah, 17 Agustus 2026 lalu. Satuan keamanan berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23 tahun) dalam kondisi hidup. Nahas yang dialami Yosina karena ditemukan tak bernyawa.

Juru Bicara Satgas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Jusuf Sutejo menyampaikan, kedua korban penculikan itu ditemukan di Kampung Bela-1 yang berada di Distrik Alama di Mimika. Keduanya berhasil dievakuasi pada Senin (14/9/2026) dengan bantuan tokoh masyarakat setempat Agustinus Anggaibak.

“Satgas Damai Cartenz bersama Polres Mimika dibantu oleh tokoh masyarakat yang ada di Mimika berhasil mengevakuasi satu korban yang selamat,” kata Jusuf, Kamis (16/9/2026).

Jusuf menjelaskan, evakuasi tersebut berhasil dilakukan setelah tim kepolisian bersama tokoh masyarakat memastikan keberadaan korban-korban penculikan itu. Dikatakan sejak penculikan pada 17 Agustus lalu, upaya pencarian memang dilakukan.

Namun identifikasi lengkap baru tersedia pada 7 September 2026. Dan dalam masa tersebut tokoh masyarakat di Kampung Bela-1 menyampaikan adanya seorang anak yang ditemukan di wilayah tersebut.

“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya diketahui bahwa benar anak tersebut adalah demerina Uamang yang menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026,” kata Jusuf.

Saat ditemukan, kata Jusuf, Demerina tak seorang diri. Di sebelahnya ada seorang korban lainnya yang diidentifikasi sebagai Yosina. “Tetapi dalam kondisi yang sudah meninggal dunia,” ujar Jusuf.

Keadaan almarhum Yosina, dikatakan dalam keadaan yang kurus. Karena diyakini selama 20 hari tanpa asupan makanan. “Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan tidak minum. Korban Demerina masih dalam keadaan hidup tetapi dalam kondisi yang sangat lemah,” kata Jusuf.

Setelah ditemukan, Yosina dimakamkan di Kampung Bela-1. Sedangkan Demerina berhasil dibawa ke pusat perawatan dan dievakuasi ke RS Bhayangkara di Timika. Hingga saat ini kata Jusuf, kondisi Demerina masih dalam perawatan serius.

Pada 17 Agustus 2026 lalu, dilaporkan terjadinya penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di Distrik Jila. Dalam penyerangan itu sembilan warga yang semuanya perempuan dan masih di bawah umur, dan satu dalam keadaan hamil diculik oleh kelompok penyerang. Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak meyakini, separatis bersenjata asal Nduga di Papua Pegunungan sebagai kelompok yang membawa paksa anak-anak dan remaja perempuan itu.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |