Seberapa Berbahaya Berang-Berang bagi Manusia?

5 hours ago 7

TEMPO.CO - Berang-berang dikenal sebagai hewan yang lucu dan menggemaskan. Namun, di balik kesan menggemaskan itu, berang-berang juga dapat menjadi agresif dan berbahaya bagi manusia, terutama jika merasa terancam atau sedang melindungi wilayahnya.

Dilansir dari laman Discover Magazine, Carin Wittnich, ilmuwan senior di Oceanographic Environmental Research Society, bersama rekan-rekannya menerbitkan dua makalah di International Union for Conservation of Nature's Otter Specialist Group Bulletin yang berisi survei laporan ilmiah dan berita terkait kasus penyerangan oleh berang-berang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Makalah pertama yang membahas serangan berang-berang terbit lebih dari satu dekade lalu. Laporan ini mengumpulkan semua kasus yang berhasil didokumentasikan hingga akhir 2011. Selang 12 tahun kemudian, tim peneliti merilis laporan lanjutan yang mencatat serangan selama satu dekade berikutnya.

Dalam laporan pertama, para peneliti menemukan 39 insiden, beberapa di antaranya berasal dari 1875. Sedangkan dalam dekade terbaru, hanya 20 serangan yang terdokumentasi, dengan tiga kasus terjadi di lingkungan penangkaran.

Dari seluruh insiden yang diteliti oleh Wittnich dan timnya, hanya satu yang berujung fatal. Korbannya adalah pria 96 tahun di India yang digigit berang-berang berbulu halus, spesies yang tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Peristiwa ini bermula saat seekor anak berang-berang terjebak dalam jaring ikan. Saat ditarik ke pantai dan menjerit kesakitan, sekawanan berang-berang dewasa menyerang pria itu dengan gigitan dan cakaran hingga akhirnya berhasil menyelamatkan anaknya. Korban meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Serangan berang-berang lainnya bervariasi, ada kasus dengan salah satu korban yang membutuhkan lebih dari 200 jahitan, sementara kasus lain hanya berujung pada gigitan kecil di jari. Sebagian besar serangan tidak menyebabkan luka robek yang serius, melainkan hanya tusukan gigi.

Laporan mengenai serangan berang-berang terhadap manusia ini menimbulkan pertanyaan, sebenarnya seberapa bahaya berang-berang?

Meskipun bukan hewan predator, berang-berang memiliki naluri bertahan yang cukup kuat. Dikutip dari laman Critter Control, seperti satwa liar pada umumnya, berang-berang bisa bersikap agresif jika merasa terancam. Hewan ini dapat tumbuh hingga 1,2 meter dengan berat mencapai 13 kilogram. Dengan tubuh kekar dan cakar tajam, berang-berang cukup kuat untuk melukai jika dirinya terancam dengan sekitarnya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berang-berang menyerang manusia. Berang-berang sering kali bersifat teritorial. Hewan ini sering kali hanya menggigit sekali dan kemudian mundur untuk menunjukkan bahwa ini merupakan peringatan bagi manusia yang terlalu dekat.

Serangan bisa menjadi lebih serius ketika berang-berang merasa terpojok atau terjebak sehingga mereka akan melakukan apa pun untuk melarikan diri. Serangan lebih besar lagi akan terjadi apabila manusia memisahkan induk berang-berang dari anaknya.

Selain itu, berang-berang juga berisiko menularkan rabies ke manusia maupun hewan. Gigitan atau cakaran dari satwa ini memerlukan penanganan medis segera. Kehadirannya di pemukiman juga bisa menarik anjing hutan dan kucing hutan ke pekarangan sehingga dapat menciptakan perebutan wilayah yang membuat properti rumah akan mengalami kerusakan.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |