Seluruh 133 Kardinal Tiba di Roma Jelang Konklaf

3 hours ago 6

Logo Tempo

Seluruh 133 kardinal elektor yang akan memberikan suara pada konklaf pemilihan Paus yang baru telah tiba di Roma

6 Mei 2025 | 17.00 WIB

Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo (kiri) memberi keterangan pers di Gereja Katedral Jakarta setelah meninggalnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025. Tempo/Sultan Abdurrahman

Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo (kiri) memberi keterangan pers di Gereja Katedral Jakarta setelah meninggalnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025. Tempo/Sultan Abdurrahman

TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh 133 kardinal elektor yang akan memberikan suara pada konklaf pemilihan Paus yang baru telah tiba di Roma, menurut laporan Vatican News yang mengutip kepala Kantor Pers Tahta Suci, Matteo Bruni pada Senin dan dilansir Antara.

Disebutkan bahwa konklaf pemilihan Paus akan dimulai pada Rabu 7 Mei 2025 dan berlangsung secara tertutup.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Para cardinal elektor akan ditempatkan di Casa Santa Marta, yang biasanya menjadi tuan rumah bagi para kardinal selama konklaf, dan di Santa Marta lama, yakni taman bermain bagi anak-anak karyawan Vatikan, yang berada di dekatnya.

Sebelumnya pada hari itu, Kongregasi Umum ke-10 juga digelar di Vatikan dan dihadiri 179 kardinal. Sebanyak 133 kardinal di antaranya, yang berusia di bawah 80 tahun, akan memberikan suaranya untuk memilih paus yang baru pada Rabu sore.

Diperlukan dua pertiga suara untuk memenuhi syarat pemilihan paus yang baru.

Paus pertama dari Amerika Latin, Paus Fransiskus, wafat pada 21 April di usia 88 tahun di kediamannya di Kota Vatikan. Ia kemudian dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma pada 26 April.

Sita Planasari

Orkes Pemakzulan Gibran

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

Logo TempoAsas jurnalisme kami bukan jurnalisme yang memihak satu golongan. Kami percaya kebajikan, juga ketidakbajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak. Kami percaya tugas pers bukan menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian. Jurnalisme kami bukan jurnalisme untuk memaki atau mencibirkan bibir, juga tidak dimaksudkan untuk menjilat atau menghamba ~ 6 Maret 1971

Unduh aplikasi Tempo

download tempo from appstoredownload tempo from playstore

Ikuti Media Sosial KamiMedia Sosial

© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |