PENASIHAT Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, bakal mendatangi kantor TikTok Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa besok. Iqbal menduga Tokopedia, perusahaan e-commerce yang kini milik TikTok Pte Ltd, melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 90 persen karyawannya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain itu, dia menduga TikTok melakukan PHK setelah mengakuisisi Tokopedia dan mengelolanya dari kantor TikTok di Tiongkok. Jika dugaan itu benar, dia akan menggugat TikTok dengan International Labour Organization Convention atau ILO Convention nomor 193 tentang kerja layak dalam ekonomi platform, termasuk kerja layak bagi pekerja digital/gig.
"Besok jam 10 pagi, Kami akan ke kantor TikTok. Kalau mereka (manajemen TikTok Indonesia) tidak menerima kami, saya bakal berdiri persis di depan pintu TikTok. Buat apa dibuat pusing?" tanya Iqbal pada wartawan seusai konferensi pers Koalisi Serikat Pekerja Bersama Partai Buruh atau KSP-PB di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 6 Juli 2026.
Presiden Partai Buruh itu juga menyesalkan dugaan PHK tersebut. Sebab, menurut dia, TikTok menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 23 triliun sebagai komitmen jangka panjang untuk mendukung operasional Tokopedia.
Perihal kedatangannya besok, ia ingin memastikan 1.250 pegawai yang telah Tokopedia PHK itu mendapatkan hak-haknya. "Bisnis harus saling menguntungkan. Jangan sampai merugikan anak bangsa. Berapa angka nol uang senilai US$ 1,5 miliar itu sih?" tanya Iqbal kembali pada wartawan.
Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), R. A. Koesoemohadiani angkat bicara soal ramai pemberitaan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan besar-besaran yang dilakukan oleh PT Tokopedia. Ia menyatakan pihaknya menghormati setiap langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi.
Koesoemohadiani memastikan dampak langkah itu terhadap aspek keuangan maupun nonkeuangan GoTo hanya akan terbatas. "Sebab, kepemilikan perseroan kami terhadap Tokopedia terdilusi menjadi 24,99 persen pada Januari 2024. Oleh karena itu, perseroan tidak lagi melakukan konsolidasi atas tindakan Tokopedia tersebut," ujar R.A Koesoemohadiani sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Sabtu, 4 Juli 2026, dikutip dari Antara.
Saat ini, GoTo mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228 mengenai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. Dengan begitu, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap GoTo hanya akan terbatas pada akun bagian laba/rugi bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama. "Tidak ada dampak material terhadap bagian perseroan atas laba/rugi bersih PT Tokopedia terhadap GoTo," ujar Koesoemohadiani.
Tak hanya itu, ia juga memastikan tidak akan ada dampak apa pun terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari PT Tokopedia. "Terkait dengan aspek non-keuangan, perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut."
Karena dampak terhadap GoTo akan terbatas, menurut dia, perseroan tidak berencana mengambil langkah-langkah khusus. "Sampai dengan tanggal surat ini, GoTo tidak memiliki rencana dalam waktu dekat terkait kepemilikannya di PT Tokopedia," kata dia.
Adapun beredar kabar melalui media sosial bahwa TikTok melalui entitas usahanya di Indonesia, yaitu PT Tokopedia melakukan PHK terhadap 90 persen karyawannya. Namun demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang memperkuat kepastian beredarnya kabar tersebut.
Adapun Tokopedia kini dikendalikan oleh TikTok Pte Ltd setelah GoTo mendivestasi mayoritas sahamnya pada awal 2024.
RR Ariyani berkontribusi dalam penulisan artikel ini


















































